998 Napi Lapas Cikarang Dapat Remisi Hari Kemerdekaan RI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga binaan Lapas Narkotika Klas 2A Cipinang menjadi petugas upacara saat pelaksanaan Upacara peringatan Sumpah Pemuda di lingkungan Lapas, Jakarta, 28 Oktober 2015. TEMPO/Frannoto

    Warga binaan Lapas Narkotika Klas 2A Cipinang menjadi petugas upacara saat pelaksanaan Upacara peringatan Sumpah Pemuda di lingkungan Lapas, Jakarta, 28 Oktober 2015. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 998 warga binaan pemasyarakatan atau napi Lapas Cikarang, Kabupaten Bekasi, mendapatkan pengurangan masa hukuman atau remisi Hari kemerdekaan RI ke-74.

    Kalapas Cikarang Kadek Anton Budiharta mengatakan pemberian remisi ini berdasarkan ketentuan perundang-undangan di antaranya pasal 1 ayat 1 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999, pasal 1 ayat 6 Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1999, dan pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 1999.

    Dari total 998 warga binaan Lapas Cikarang yang menerima remisi, 200 napi menerima remisi satu bulan dan 199 warga mendapat remisi dua bulan.
    Sebanyak 296 napi lain menerima remisi selama tiga bulan, 215 mendapat remisi empat bulan, serta 88 warga binaan menerima remisi lima bulan.

    "Dari 998 warga binaan kami yang menerima remisi, 24 warga di antaranya dinyatakan bebas karena masa tahanannya berakhir setelah dipotong remisi," kata Kadek di Cikarang, Sabtu 17 Agustus 2019.

    Kadek menjelaskan pemberian remisi ini telah melalui proses penilaian dan evaluasi serta pengajuan permohonan kepada Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI.

    Menurut dia remisi seperti harapan bagi narapidana sehingga membuat mereka menyadari pentingnya menegakkan integritas selama menjalani masa pidana. "Sebaliknya apabila narapidana melakukan pelanggaran, sanksi tegas yang akan ditegakkan," kata dia.

    Penyerahan SK Remisi Umum 17 Agustus 2019 dilakukan oleh Bupati Bekasi kepada perwakilan warga binaan pemasyarakatan Lapas Cikarang.

    Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja menyatakan lapas bukanlah tempat yang selalu dikonotasikan negatif mengingat warga lapas merupakan warga yang menerima pembinaan serta pembelajaran selama menjalani masa tahanan.

    Eka berpesan kepada 24 napi yang langsung bebas setelah memperoleh remisi Hari Kemerdekaan agar dapat berkontribusi kembali ke masyarakat sekitar seperti apa yang telah dilewati saat menjalani pembinaan di lapas. "Semoga mereka bermanfaat untuk lingkungannya, melakukan perbuatan baik dan tidak kembali lagi ke sini," kata Eka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.