HUT RI ke-74, Cerita Eks Komandan Paskibraka Ikut Pelatihan Ketat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional saat melakukan gladi kotor upacara peringatan HUT RI ke-74 mendatang di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 13 Agustus 2019. Para Capaska memulai kegiatan gladi pada 13 Agustus 2019 yakni gladi kader, gladi kotor hingga gladi bersih pada 15 Agustus 2019. TEMPO/Subekti.

    Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional saat melakukan gladi kotor upacara peringatan HUT RI ke-74 mendatang di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Selasa 13 Agustus 2019. Para Capaska memulai kegiatan gladi pada 13 Agustus 2019 yakni gladi kader, gladi kotor hingga gladi bersih pada 15 Agustus 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan -Pengalaman menjadi komandan Paskibraka Nasional di Istana Negara pada 17 Agustus 2016 merupakan hal yang tidak bisa dilupakan oleh Ajun Komisaris Lalu Hedwin Hanggara. Ia terkenang hal itu di momen peringatan HUT RI ke-74.

    Hedwin yang kini menjabat sebagai Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Tangerang Selatan ini bersama seorang rekannya mewakili institusinya, yakni Polri. "Di Mabes TNI kami diseleksi, dengan tahapan tes dari psikologi, kesehatan, fisik, kemudian postur dan pelatihan baris berbaris kemudian terpilihlah empat orang, perwakilan dari setiap instansi," katanya saat ditemui di Serpong, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Menurut Hedwin, pada saat itu ia terpilih dari tingkat Polri sebanyak dua orang. Kemudian, ia bersama rekannya berangkat ke Garnisun Kota 1 Jakarta. "Mewakili dari Polri bersama angkatan yang lain dari TNI AD, TNI AU dan Angkatan Laut, masing- masing institusi dua orang jadi total ada delapan orang," ujarnya.

    Setelah melakukan seleksi, kata Hedwin, terpilihlah empat orang, termasuk dirinya mewakili Polri, kemudian empat orang tersebut menjalankan program karantina di Cibubur bersama dengan anggota Paskibraka. Ia menyebut ada dua tim Paskibraka saat itu, yakni tim Arjuna dan tim Bima. "Selama satu bulan tersebut, kami berlatih bersama-sama dari Paskibraka, dan disitu sudah ada penilaian dari tim pelatih, tim instruktur sampai dengan pelaksanaan tanggal 17 Agustus 2016," kata dia.

    Hedwin juga mengatakan bahwa selama pelatihan empat orang yang hendak menjadi komandan Paskibraka diberikan pelatihan kedisiplinan, pelatihan perilaku, baik itu di lapangan maupun di kelas. "Di sini memang jadwal dari kegiatan itu cukup padat, cukup dekat, akan tetapi dalam pelatihan tersebut tidak ada unsur kekerasan. Pada tanggal 17 Agustus itu saya terpilih menjadi komandan penaikan bendera," ujarnya.

    Saat pelaksanaan upacara di Istana Negara, Hedwin mengatakan sangat bangga. Sebab, menurut dia, tidak semua orang mendapatkan kesempatan seperti ini. "Dan juga kebanggan ini mungkin menjadi modal kami untuk bisa menjaga sikap, menjaga kedislipinan dalam bertugas," kata dia.

    Hedwin pun menyampaikan pesan kepada anggota Paskibra, termasuk Paskibra Nasional, yang bersiap melaksanakan HUT RI ke-74 untuk tetap semangat. "Karena pelaksanaan pada tanggal 17 ini merupakan puncak penampilan dari adik-adik dan rekan-rekan sekalian, dan ini tidak bisa diulang, oleh karena itu manfaatkan dengan baik dan harus semangat," kata dia..


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?