Hari Kemerdekaan RI, Petugas Lapas Pondok Bambu Pakai Baju Adat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para narapidana Lapas Cipinang Kelas 1 usai upacara Hari Kemerdekaan di dalam Lapas pada Jumat, 17 Agustus 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Para narapidana Lapas Cipinang Kelas 1 usai upacara Hari Kemerdekaan di dalam Lapas pada Jumat, 17 Agustus 2018. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Para petugas Lapas Pondok Bambu mengenakan baju adat tradisional dari sejumlah daerah untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-74 saat upacara 17 Agustus, Sabtu.

    Kalapas Pondok Bambu Yuli Niartini juga ikut mengenakan baju adat Sulawesi. Sedangkan Kepala Seksi Binakdik Ari Budi Ningsih mengenakan baju adat none Betawi dan beberapa petugas mengenakan pakaian adat Papua.

    "Khusus pada 17 Agustus ini sesuai instruksi dari Kemenkumham agar kami mengenakan pakaian adat tradisional untuk memeriahkan HUT RI," kata Kalapas Pondok Bambu, Yuli di kantornya, Sabtu 17 Agustus 2019.

    Yuli mengatakan pakaian adat hanya dipakai oleh petugas yang ikut upacara sementara yang jadi petugas upacara wajib mengenakan pakaian dinas lapangan. Warga binaan Lapas Pondok Bambu dihuni oleh 379 orang, terdiri atas narapidana 366 orang dan 13 tahanan.

    Upacara 17 Agustus diikuti sekitar 100 lebih peserta, terdiri dari warga binaan, petugas lapas dan unsur pimpinan. Yuli mengatakan rangkaian peringatan 17 Agustus telah dimulai sejak pertengahan Juli 2019 yakni dilaksanakan sejumlah perlombaan yang diikuti warga binaan pemasyarakatan.

    Lomba-lomba tersebut diantaranya lomba nari, fashion show, paduan suara, akustik, dan permainan tradisional lainnnya. "Lomba-lomba ini ada hadiahnya yang akan kita bagikan besok (Minggu)," kata Yuli.

    Menurut dia, perlombaan 17 Agustus ini selain untuk memeriahkan HUT RI juga bagian dari pembinaan bagi warga binaan pemasyarakatan, melatih bakat dan keterampilannya serta silaturahmi, juga solidaritas antar WBP.

    "Lomba-lomba ini juga untuk mengasah keterampilan serta minat dan bakat warga binaan lapas Pondok Bambu," kata Yuli.

    Pembinaan warga binaan ini, lanjut Yuli, sejalan dengan tema besar Hari Kemerdekaan RI ke-74 yakni SDM Unggul, Indonesia Maju yang diterjemahkan oleh Lapas Pondok Bambu untuk terus mengoptimalkan pembinaan bakat dan kepribadiaan warga binaan agar tetap semangat menjalankan aktivitas selama menjalani masa hukuman. "Bukan hanya kepada warga binaan, motivasi juga kami sampaikan kepada petugas lapas agar menjalankan tugas dan fungsi tanggung jawabnya dalam melakukan pembinaan di lapas," kata Yuli.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sebab dan Pencegahan Kasus Antraks Merebak Kembali di Gunungkidul

    Kasus antraks kembali terjadi di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta. Mengapa antraks kembali menjangkiti sapi ternak di dataran tinggi tersebut?