Listrik dan Air Diputus, Ini Kronologi dari Apartemen Mediterania

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penghuni beraktivitas dengan bantuan penerangan lilin dalam keadaan listrik mati di Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Seorang penghuni beraktivitas dengan bantuan penerangan lilin dalam keadaan listrik mati di Apartemen Mediterania Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Juli 2019. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya Teguh P. Nugroho membeberkan kronologis penghentian aliran listrik dan air yang dialami sebagian penghuni apartemen Mediterania Palace Residences, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pemutusan listrik dan air itu dialami 500 penghuni dan 10 pengurus Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS) di apartemen itu sejak 25 Juli 2019

    “Ini merupakan kejadian luar biasa karena ratusan orang tidak terpenuhi hak-haknya atas air yang menjadi hak dasar warga negara," kata Teguh saat dihubungi, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Dia menuturkan, masalah mencuat terkait dualisme kepengurusan. Pengurus lama tak mengakui pembentukan P3SRS yang telah dibentuk berdasarkan Pergub 132/2018 dan Surat Keputusan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) DKI Nomor 272 Tahun 2019.

    Sejak itu pemadaman listrik dan pemutusan sambungan air telah berkali-kali terjadi karena pengurus lama menolak membubarkan diri. Mereka yang melibatkan unsur pengembang bersikukuh menarik pungutan pengelolaan. Mediasi dari kantor gubernur sekalipun tak mampu menghentikan konflik.

    Berikut adalah runtutan kejadian pemadaman listrik dan diputusnya aliran air bersih untuk sebagian penghuni di apartemen tersebut:

    27 Mei 2019
    Penghuni pertama kali mengalami pemadaman listrik dan air di beberapa unit apartemen. Setelah meminta bantuan ke Kepolisian Sektor setempat, pemadaman berakhir pada malam harinya.

    29 Mei 2019
    Pemadaman listrik dan air kembali terjadi pada pagi menjelang siang pada lebih dari 50 unit apartemen. Penghuni, kata Teguh, sempat heboh karena banyak anak usia balita hingga SD yang baru pulang sekolah mendapati tempat tinggalnya tak ada listrik dan air. “Sementara orang tua mereka ada di kantor,” tulis Teguh.

    Perundingan dimediasi pejabat Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI, Wali Kota Jakarta Pusat, Kepala Kepolisian Sektor setempat, lurah dan camat menghasilkan kesepakatan pemadaman listrik dan air akan berakhir sementara pihak bersengketa akan bertemu tanggal 18 Juni di kantor Dinas Perumahan DKI. 

    18 Juli 2019
    Kembali terjadi pemadaman di seluruh unit pengurus P3SRS dan beberapa unit warga dan kantor pemasaran para agen penyewaan. Keesokan harinya, 19 Juli 2019, para korban pemadaman membawa anak dan lansia yang tinggal di Apartemen Mediterania Kemayoran ke Balai Kota DKI, Jakarta Pusat. Pemadaman baru berakhir pada malam hari sekitar pukul 18.30 WIB.

    23 Juli 2019
    Listrik dan air kembali padam pada unit pengurus P3SRS dan kantor agen penyewaan dan beberapa unit warga. 

    25 Juli 2019
    Pemadaman listrik dan air meluas hingga ke 66 unit milik penghuni. Kehebohan, kata Teguh, kembali terjadi lantaran dilakukan pada pagi menjelang siang. Saat itu, Teguh mengatakan anak-anak yang baru pulang sekolah mendapati tempat tinggalnya tak ada listrik dan air.

    Para pengurus P3SRS telah membantu agar pemadaman listrik dan air dihentikan karena penghuni telah melunasi kewajibannya. Teguh menjelaskan, pihak penguasa bersedia menyalakan listrik para warga, tapi tak ingin menyalakan unit milik para pengurus P3SRS dan kantor para agen penyewaan dan 5 unit warga lain.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Google Doodle, Memperingati Chrisye Pelantun Lilin-Lilin Kecil

    Jika Anda sempat membuka mesin pencari Google pada 16 September 2019, di halaman utama muncul gambar seorang pria memetik gitar. Pria itu Chrisye.