Produsen Sabu Makin Lihai, Polres Jakarta Barat Gandeng Amerika

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Hengky Haryadi menerima piagam rekor MURI atas pengungkap kasus preman dan narkoba terbanyak se-Indonesia, Senin, 20 Mei 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Hengky Haryadi menerima piagam rekor MURI atas pengungkap kasus preman dan narkoba terbanyak se-Indonesia, Senin, 20 Mei 2019. Tempo/Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Polres Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi Kepol mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah Amerika Serikat untuk mengungkap produsen sabu dan pengedarnya yang semakin lihai.

    Rencananya, kata Hengki, kerja sama itu akan dimulai dengan kunjungan jajaran Polres Jakarta Barat ke kota Los Angeles, Amerika Serikat, pada November 2019.

    Kunjungan itu, ujar Hengki, merupakan undangan penegak hukum narkoba Pemerintah Amerika Serikat atau Drug Enforcement Administration (DEA). 

    "Kami kerja sama dengan Amerika, (agar) kami bisa mengungkap sindikasi baru, modus baru," ujar Hengki di Polda Metro Jaya, Senin, 19 Agustus 2019. 

    Selama ini, ujar Hengki, modus penyelundupan sabu ke Indonesia kerap dilakukan dari negara Malaysia dan Myanmar. Namun, belakangan para produsen memulai taktik baru dengan menyelundupkan narkotika dari Amerika.

    Negara Paman Sam dipilih para pengedar karena selama ini tak dicurigai sebagai negara produsen. "Narkoba ini (yang di Amerika) dari kartel besar yang ada di sana, yakni gabungan dari Meksiko, Taiwan, dan Cina yang dikirim ke Indonesia," kata Hengki. 

    Selama ini, Hengki menjelaskan, kawasan Jakarta Barat kerap dijuluki surga narkoba. Oleh sebab itu, pihaknya harus bekerja ekstra dalam melakukan pemberantasan narkotika dibanding wilayah lain. 

    Salah satu strategi yang pihaknya lakukan untuk memberantas peredaran narkoba, yakni dengan tidak hanya menyasar pengguna, tapi juga pengedar dan produsen. Selain itu, Hengki menuturkan, tim khusus pemberantas narkoba di Polres Jakarta Barat jumlahnya lebih banyak dibanding wilayah lain. 

    Dengan strategi tersebut, Hengki ingin memastikan peredaran narkoba akan terputus di produsen atau bandar. "Selama tahun 2018, 80 persen yang kami ungkap adalah pengedar. Kami juga berhasil mengungkap tiga pabrik narkoba," kata Hengki. 

    Melalui kerja sama dengan Amerika, Kepala Polres Jakarta Barat berharap peredaran narkoba dapat terhenti di rantai produsen sabu. Menurut dia, peredaran narkoba tak bisa hanya dilakukan oleh kepolisian, tetapi juga semua pihak. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.