Laman Kantor Imigrasi Kota Depok Diretas

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

    Ilustrasi hacker. (e-propethic.com)

    TEMPO.CO, Depok – Laman resmi milik Kantor Imigrasi Kelas II Kota Depok, diretas oleh pihak tidak bertanggungjawab. Meskipun demikian, pihak Imigrasi Depok menyatakan bahwa hal itu tak mengganggu pelayanan kepada masyarakat

    Humas Imigrasi Depok, Newin Budiyanto mengatakan, website imigrasi Kota Depok diretas selama kurang lebih 12 jam.

    “Sejak pagi, pas kami mau mulai pelayanan jam 8, udah nggak bisa,” katq Newin dikonfirmasi Tempo, Senin 19 Agustus 2019.

    Dia mengatakan, akibat kejadian itu petugas imigrasi tidak dapat masuk ke website lokal imigrasi Kota Depok. "Masalahnya password yang kami gunakan untuk masuk diretas oleh hacker," kata Newin.

    Meski begitu, lanjut Newin, pelayanan di Kantor Imigrasi Kota Depok tidak terkendala akibat peretasan tersebut.

    "Secara teknis, pelayanan tidak ada yang terkendala, bisa berjalan seperti biasa. Mungkin yang jadi kendala pemohon mencari info, misalkan terkait persyaratan."

    Dia menyatakan bahwa kejadian ini merupakan yang ketiga kalinya. Dia tak tahu apa maksud dan tujuan si peretas tersebut.

    "Saya juga kurang tau apa yang jadi maksud dan tujuan dan sasarannya, yang pasti ingin coba merusak pelayanan."

    Newin mengatakan, meski telah diretas, tidak ada data yang hilang, "Data tetep balik, pengamanan data kami tidak bisa dihancurkan.”

    Berdasarkan pantauan Tempo, peretas menamakan dirinya sebagai Riau Cyber Security. Mereka mengganti laman muka dengan tulisan berwarna putih dengan latar belakang hitam dan lambang burung garuda.

    Si peretas pun tampak menuliskan pesan ikut merayakan HUT RI ke-74.
    Saat ini laman resmi Kantor Imigrasi Kota Depok sudah berjalan normal sejak sekitar pukul 18.00.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.