Tanam Tabebuya di Jalan Protokol, DKI Sebut Tak Meniru Surabaya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bunga-bunga dari  pohon tabebuya merah (tabebuia aurea) bersemi dan bermekaran di sepanjang jalan Embong Malang, Surabaya (13/11). Pohon yang banyak tumbuh di kawasan Cina, Jepang dan Korea ini menghiasi dan menghijaukan jalan-jalan protokol di Kota Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    Bunga-bunga dari pohon tabebuya merah (tabebuia aurea) bersemi dan bermekaran di sepanjang jalan Embong Malang, Surabaya (13/11). Pohon yang banyak tumbuh di kawasan Cina, Jepang dan Korea ini menghiasi dan menghijaukan jalan-jalan protokol di Kota Surabaya. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kehutanan DKI Jakarta menargetkan penanaman tanaman tabebuya beraneka warna di sejumlah wilayah di ibu kota. Tanaman tabebuya merupakan tanaman asal Brasil yang bentuk bunganya menyerupai bunga sakura khas Jepang.

    Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan penanaman tabebuya akan di lokalisasi sesuai warna. Adapun tanaman tabebuya yang telah disiapkan adalah tanaman yang mempunyai warna ungu, pink dan kuning. "Sudah mulai kami tanam kemarin di Semanggi secara simbolis," kata Suzi di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Warna tanaman itu, kata Suzi, nantinya menjadi ciri khas wilayah. Misalnya, tanaman tabebuya pink hanya akan ditanam di kawasan Jakarta Pusat. Sedangkan, untuk wilayah Jakarta Selatan ditanam tabebuya ungu dan Jakarta Utara yang kuning. "Warna tanaman itu bisa menjadi identitas wilayahnya," ujarnya.

    Suzi menuturkan tanaman itu bisa ditanam di mana saja. Pemerintah akan menanam tanaman itu di jalur protokol, seperti di Semanggi, Jakarta Selatan. Di Kupingan Semanggi juga telah ditanam 17 Kokoloba, delapan Dadap kuning dan 45 tabebuya.

    Ia pun menyebut penanaman tebebuya merupakan ide orisinil DKI tanpa meniru Kota Surabaya, Jawa Timur, yang telah menanam lebih dulu. "Karena kita ini kan semua wilayah di Jakarta, Indonesia, punya beraneka ragam tropical plant. Itu yang akan kita angkat, tropical plantnya itu," ujarnya.

    Adapun anggaran penanaman tabebuya masuk dalam biaya yang telah dianggarkan APBD 2019 untuk penyediaan tanaman di DKI sebesar Rp 9,9 miliar. Anggaran tersebut untuk penyediaan tanaman di kawasan Jalan Jenderal Sudirman-M.H. Thamrin, Satrio, Kasablanka, Cikini, Kemang, dan kalau di Sudin, di jalan protokol-protokol di masing-masing wilayah mereka. "Tahun ini kami juga sedang mengajukan penambahan anggaran untuk penyediaan tanaman di APBD Perubahan 2019," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.