Sidang Kerusuhan 22 Mei, Iyo Didakwa Memukuli Polisi

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 12 tersangka kerusuhan 22 Mei di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 14 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    12 tersangka kerusuhan 22 Mei di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 14 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa kerusuhan 22 Mei, Arya Rahardian Prakasa alias Iyo, disebut mendatangi lokasi aksi depan kantor Bawaslu, Jakarta Pusat untuk memprotes kecurangan pemilihan presiden (Pilpres) 2019.

    Jaksa penuntut umum (JPU), Sudarno, menyatakan Arya hadir sebagai pendukung pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Arya didakwa membawa bambu dan batu.

    "Bambu tersebut terdakwa 6 (Arya) gunakan untuk memukuli para petugas kepolisan yang berusaha menghalau para pendemo dan massa yang anarkis," kata Sudarno saat membacakan dakwaan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 20 Agustus 2019.

    Aksi damai berubah menjadi rusuh sejak 22 Mei sekitar pukul 20.00 WIB. Sudarno mengatakan massa melakukan tindakan anarkis karena melemparkan beberapa barang ke arah aparat.

    Barang itu, di antaranya batu, botol bom molotov, dan pecahan kaca. Bahkan, ada pembakaran di sekitar Gedung Bawaslu. Menurut dia, barang-barang itu sudah diletakkan dalam karung oleh seorang laki-laki muda.

    Sebelum ikut anarkis, Arya disebut telah mendengar permintaan polisi untuk membubarkan diri. Namun, pengemudi ojek online ini tak mendengarkan imbauan itu. Untuk meredamkan aksi, polisi akhirnya menembakkan gas air mata.

    Arya termasuk salah satu pendemo yang tekena gas air mata. Meski begitu, dia tak kunjung meninggalkan lokasi aksi. Pria 37 tahun itu justru semakin emosional, sehingga melemparkan bambu ke polisi yang sedang berjaga. "Terdakwa 6 merasa kesal karena terkena gas air mata," ucap Sudarno.

    Arya atau yang akrab disapa Iyo adalah pengemudi ojek online. Namanya sempat ramai dibicarakan ketika sebuah video viral memperlihatkan tindakan kekerasan sejumlah personel Brimob di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Berdasarkan keterangan tetangga yang melihat penangkapan, anggota Brimob menggebuki Iyo secara brutal.

    Iyo ikut ditangkap saat sedang beristirahat di sebuah gubuk yang biasa menjadi pangkalannya di satu sudut kampung tak jauh dari Gedung Bawaslu itu. Lokasinya berbeda dengan area parkir Masjid Al Huda lokasi empat orang ditangkap dan video viral. Video viral ini juga memunculkan nama Andriansyah alias Andri Bibir dan Markus Ali.

    Andri Bibir juga berstatus terdakwa. Perkaranya menjadi satu dengan Arya serta empat terdakwa lain. Empat terdakwa yang dimaksud, yaitu Asep Sopyan, Radiansyah, Muhammad Yusup, dan H. Maslucky.

    Dalam dakwaan tercatat, mereka ditangkap polisi pada Kamis, 23 Mei 2019 antara pukul 01.00-05.00 WIB. Jaksa mendakwa mereka melanggar Pasal 212 juncto Pasal 214 KUHP atau Pasal 218 KUHP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.