Jakpro Umumkan Kontraktor Jakarta International Stadium, Siapa?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desain Jakarta International Stadium yang rencananya dibangun pada bulan Oktober 2018. TEMPO/Irsyan

    Desain Jakarta International Stadium yang rencananya dibangun pada bulan Oktober 2018. TEMPO/Irsyan

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Jakarta Propertindo atau Jakpro menyatakan pembangunan proyek Jakarta International Stadium disingkat JIS di Jakarta Utara, mulai bisa dikerjakan bulan ini.

    Direktur proyek JIS, Iwan Takwin, mengatakan lelang tender pembangunan stadion itu telah dilakukan dan terpilih tiga pemenangnya.

    Ketiga kontraktor dari Badan Usaha Milik Negara, yang telah memenangkan proyek pembangunan JIS adalah Wika Gedung, Jaya Konstruksi dan PT PP. Proses lelang memakan waktu 40 hari.

    "Target kami mereka sudah bisa bekerja bulan ini menyelesaikan item utama sesuai template yang sudah kami susun," kata Iwan di rumah makan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 21 Agustus 2019.

    Ia menuturkan pembangunan JIS akan dilakukan dilakukan selama 26 bulan dan selesai pada 21 Oktober 2021. Anggaran pembangunan stadion tersebut ditaksir menelan biaya sekitar Rp 4 triliun.

    Iwan menjelaskan JIS merupakan stadion bertaraf internasional yang akan dibangun pemerintah DKI. Stadion tersebut bakal berkapasitas 82 ribu penonton dan dilengkapi sejumlah fasilitas lainnya seperti ritel. "Banyak hal baru yang nantinya kami perhatikan, yang beda dengan stadion sebelumnya yang ada di Indonesia."

    Stadion tersebut berada di lahan seluas 30 hektare. Adapun tinggi bangunan di kawasan stadion itu nantinya mencapai 70 meter atau setara dengan apartemen 25 lantai.

    "Jakarta International Stadium ini akan menjadi ikon baru di ibu kota. Khususnya wilayah Jakarta Utara dan bisa membangkitkan ekonomi kawasan sekitar sana," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.