Selasa, 24 September 2019

Kelaparan, Ribuan Pencari Suaka Serbu Pos Keamaanan Penampungan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencari suaka berdemo di depan kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Jakarta Pusat, Rabu, 6 Agustus 2019. Mereka menuntut UNHCR untuk segera menempatkan mereka ke negara-negara yang dituju. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Pencari suaka berdemo di depan kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), Jakarta Pusat, Rabu, 6 Agustus 2019. Mereka menuntut UNHCR untuk segera menempatkan mereka ke negara-negara yang dituju. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Ribuan pencari suaka ramai -ramai menyerbu pos pengamanan di penampungan eks kodim, perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat pada Kamis siang, 22 Agustus 209. Hal itu dilakukan karena mereka sudah tidak mendapatkan bantuan lagi dari pemerintah DKI Jakarta maupun dari UNHCR.

    "Kami kelaparan, dari pagi tidak dapat minum dan belum makan. Banyak anak-anak nenangis belum makan," ujar Mohamed, seorang pencari suaka asal Sudan di pos pengamanan, Kalideres Kamis, 22 Agustus 2019.

    Mohamed mengaku tidak memiliki uang untuk beli makan sendiri. Karena sudah tidak ada bantuan dia memilih untuk berpuasa hari ini. Tapi dia menyebut, untuk anak-anak dan perempuan memohon untuk di prioritaskan.

    "Anak-anak disini kelaparan, itu juga ibu hamil kasihan. Kalau saya tidak apa-apa puasa saja," ujarnya dalam bahasa Indonesia yang terbata-bata.

    Dari pantauan Tempo pada Kamis siang sebagian dari mereka yang memiliki uang tampak membawa termos untuk membeli air hangat di warung terdekat. Selain itu beberapa juga membeli makanan dan minuman botolan. Sementara yang tidak memiliki uang memilih berpuasa dan terduduk lesu di penampungan.

    Iptu Iwan A selaku petugas keamanan dari Polsek Kalideres yang sedang berjaga mencoba menenangkan massa. Dia meminta mereka untuk tenang dan bersabar.

    "Tenang-tenang, kalian harus bersabar dulu. Sebentar saya hubungi UNHCR," ujarnya.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan bantuan sejak Rabu malam kemarin. DPRD DKI sendiri telah meminta Badan Persatuan Bangsa-Bangsa untuk urusan pengungsi UNHCR segera memulangkan mereka ke negara asalnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.