BMKG: Bencana Kekeringan Ancam Jakarta dan Banten

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penampakan lahan persawahan yang kering akibat kemarau panjang dan keringnya Sungai Cisadane di Kabupaten Tangerang, Senin 19 Agustus 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Penampakan lahan persawahan yang kering akibat kemarau panjang dan keringnya Sungai Cisadane di Kabupaten Tangerang, Senin 19 Agustus 2019. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini kekeringan yang akan terjadi di wilayah Banten dan Jakarta. Kondisi ini merupakan imbas musim kemarau yang melanda kedua provinsi ini sejak bulan lalu.

    "Data hari per hari hingga update 20 Agustus 2019 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Banten dan DKI Jakarta mengalami deret hari kering lebih dari 20 hari hingga lebih dari 60 hari," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Tangerang Selatan Sukasno dalam keterangan tertulis yang Tempo dapatkan pada Kamis, 24 Agustus 2019.

    Dalam keterangannya, Sukasno menjelaskan curah hujan di Jakarta dan Banten berada di angka sangat rendah, yakni sekitar 20 mm per dasarian atau sepuluh hari berturut-turut. Dengan rendahnya curah hujan tersebut, peringatan dini bencana kekeringan dapat dikeluarkan.

    Adapun dampak dari kekeringan ini, wilayah Jakarta dan Banten akan mengalami pengurangan ketersediaan air tanah sehingga menyebabkan kelangkaan air bersih. Selain itu, musim kemarau ini akan memperparah polusi udara di Jakarta.

    "Selain itu akan berdampak pada sektor pertanian yang menggunakan sistem tadah hujan di wilayah Banten dan DKI Jakarta," kata Sukasno.

    Adapun wilayah yang mengalami kekeringan adalah seluruh wilayah di Jakarta kecuali Kepulauan Seribu dan wilayah di Banten seperti Lebak, Pandeglang, Serang, dan Tangerang. Kondisi kekeringan ini diperkirakan BMKG akan berlangsung hingga akhir September 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.