Bambu Getih Getah Diganti Bronjong Besi, FPDIP: Anies Inkonsisten

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinas Kehutanan DKI memasang instalasi Gabion atau Bronjong di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 21 Agustus 2019. Instalasi Gabion menjadi pengganti Instalasi Getih Getah yang telah dirobohkan. TEMPO/Imam Hamdi

    Dinas Kehutanan DKI memasang instalasi Gabion atau Bronjong di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 21 Agustus 2019. Instalasi Gabion menjadi pengganti Instalasi Getih Getah yang telah dirobohkan. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta Manuara Siahaan mengatakan pemerintahan Gubernur Anies Baswedan, terlihat inkonsisten dalam membangun pengganti instalasi bambu Getih Getah di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

    Instalasi pengganti anyaman bambu itu adalah Bronjong yang sejak Ahad lalu, 18 Agustus 2019 bercokol di tengah Jalan M.H. Thamrin.

    "Ini kalau dihubungkan dengan pernyataan gubernur sebelumnya akan terlihat inkonsisten. Sangat tidak konsisten," kata Manuara saat dihubungi, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Bulan lalu, Gubernur Anies Baswedan menyebut  bambu yang dipakai sebagai kerangka Getih Getah dipasok dari pengrajin bambu asal Jawa Barat. Instalasi anyaman bambu tersebut menelan anggaran Rp 550 juta.

    Dia memastikan bambu yang digunakan untuk Getah Getih bukan produksi impor. Dengan demikian, uang pemerintah DKI bakal masuk ke kantong warga lokal. Bukan pengusaha internasional.

    "Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juli 2019.

    Menurut Manuara, pernyataan Anies yang akan menghindari barang impor masih bisa dilihat melalui jejak digitalnya. Besi yang digunakan untuk Bronjong tersebut itu pun mungkin saja impor. "Sekarang publik tidak bisa dibohongi. Jejak digital bisa dilihat. Dari ungkapan, ucapan dan statmen kan ada."

    Sebagai pemimpin Anies mesti menunjukan konsistensinya. Sebab, publik akan menilai Anies dan ucapannya. "Konsisten pemimpin harus ada. Sebab itu yang akan dinilai publik. Itu sekaligus menunjukan integritas," ucap anggota Komisi D DPRD DKI itu.

    Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan pembuatan Intalasi Gabion atau Bronjong menelan biaya Rp 150 juta. Instalasi Bronjong tersebut menjadi pengganti Instalasi Getih Getah yang telah dirobohkan pada 17 Juli lalu.

    "Anggaran pembuatan instalasi dari dana kami," kata Suzi saat dihubungi, Rabu, 21 Agustus 2019.

    Gabion merupakan anyaman kawat yang diisi batu. Gabion atau bronjong biasanya digunakan untuk melindungi dan memperkuat tebing tanah, baik di lereng sungai atau lereng tanggul. Selain itu, Bronjong berfungi untuk  melindungi tepi sungai terhadap aliran air dan juga erosi.

    Instalasi Bronjong ini lebih murah dibandingkan pembuatan Instalasi Getih Getah yang memakan biaya Rp 550 juta. Intalasi Bronjong dirancang sendiri oleh tim yang ada di Dinas Kehutanan DKI.

    Intalasi ini terdiri dari tiga bronjong yang berbeda ukuran dengan ketinggian 2-4 meter. Masing-masing bronjong berbentuk balok itu mewakili elemen air, tanah dan udara.

    Berbeda dengan bambu Getih Getah, di dalam bronjong diisi batu karang dan di atasnya dan sekitarnya terdapat sejumlah tanaman penyerap polutan. Salah satunya bougenvil. "Kami ingin menghadirkan instalasi yang bernuansa alami," demikian Suzi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.