Selasa, 17 September 2019

Pengeroyokan Siswi SMK Bekasi, Polisi Tahan Tiga Senior

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tindak kekerasan. 123rf.com

    Ilustrasi tindak kekerasan. 123rf.com

    TEMPO.CO, Bekasi -Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota menetapkan tiga pengeroyok GL, siswi SMK Bekasi Timur sebagai tersangka.

    Ketiganya Ay, 15 tahun, Pt (17), dan Dl (17) merupakan senior dan alumni sekolah tempat korban mengenyam pendidikan. Motifnya, diduga karena asmara.

    "Tiga tersangka sudah ditahan," kata Wakapolres Metro Bekasi Kota Ajun Komisaris Eka Mulyana, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka setelah diperiksa oleh penyidik unit perlindungan perempuan dan anak (PPA). Menurut dia, tersangka Ay, 15 tahun, Pt (17), dan Dl (17) dianggap terbukti melanggar pasal 80 Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

    "Baik tersangka maupun korban sama-sama di bawah umur," ujar dia.

    Karena itu, kata dia, kepolisian dan sejumlah lembaga yang konsen terhadap perlindungan anak mengupayakan kasus ini dilakukan diversi atau pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana, sesuai Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

    GL dikeroyok sepulang sekolah di sebuah taman di pinggir Kali Irigasi, Bekasijaya, Bekasi Timur Rabu siang pekan lalu. Pengeroyokan dan perundungan ini direkam, dan videonya menyebar di masyarakat. Dalam rekaman itu, korban ditendang, dipukul pakai sandal, maupun tangan kosong.

    Orangtua GL baru tahu enam hari kemudian menyusul video itu viral. Soalnya, usai kejadian korban enggan bercerita karena takut.

    Kepada keluarga, GL hanya mengaku sakit tanpa sebab. Usai kasus pengeroyokan itu terbongkar, terungkap bahwa siswi SMK Bekasi Timur itu enggan bersekolah lagi karena takut dan trauma.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Profil Ketua KPK Firli Bahuri dan Empat Wakilnya yang Dipilih DPR

    Lima calon terpilih menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk periode 2019-2023. Firli Bahuri terpilih menjadi Ketua KPK.