Minggu, 22 September 2019

Ini Tips Agar Terhindar dari Penipuan Apartemen Fiktif

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka dihadirkan saat rilis pengungkapan kasus Mafia Tanah dan Apartemen Fiktif di Polda Metro Jaya, Kamis, 22 Agustus 2019. Polisi berhasil menangkap delapan tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti seperti surat jual beli tanah dan apartemen, miniatur apartemen, brosur apartemen dan bukti pembayaran penjualan tanah, kerugian dari kasus tersebut hingga ratusan miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Tersangka dihadirkan saat rilis pengungkapan kasus Mafia Tanah dan Apartemen Fiktif di Polda Metro Jaya, Kamis, 22 Agustus 2019. Polisi berhasil menangkap delapan tersangka dan mengamankan sejumlah barang bukti seperti surat jual beli tanah dan apartemen, miniatur apartemen, brosur apartemen dan bukti pembayaran penjualan tanah, kerugian dari kasus tersebut hingga ratusan miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suyudi memberikan sejumlah tips kepada warga agar terhindar membeli apartemen fiktif atau terhindar dari penipuan apartemen.

    Kiat itu disampaikan menyusul pengungkapan kasus apartemen fiktif Ciputat Resort yang dilakukan oleh PT Megakarya Maju Sentosa atau MMS baru-baru ini.

    Langkah pertama, ujar Suyudi, adalah mempelajari reputasi developer atau pengembang apartemen. "Lihat bagaimana kemampuan untuk membangun apartemen dan kekuatan finansial pengembang," ujar Suyudi di kantornya, Kamis, 22 Agustus 2019.

    Selanjutnya, ujar Suyudi, calon perlu menanyakan status dan kejelasan tanah yang akan dijadikan lokasi pembangunan apartemen. Pengembang setidaknya harus mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB) dan Surat Izin Penujukan Penggunaan Tanah (SIPPT) sebelum memasarkan unit apartemen.

    "Yang terakhir, jangan teegiaur dengan harga murah dan hadiah-hadiah menarik yang ditawarkan," kata dia.

    Dalam kasus Ciputat Resort, polisi total menangkap tiga orang tersangka. Mereka adalah AS sebagai Direktur Utama PT MMS periode 2016-2017 merangkap sebagai marketing,

    KR sebagai Direktur Utama PT MMS periode 2017-2019 dan PJ yang berperan mengendalikan tersangka AS dan KR dalam pelaksanaan pembangunan apartemen dan penerimaan uang pembayaran serta menggunakan uang perusahaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe