Anggota DPRD DKI Terpilih Gladi Resik Pelantikan Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri pelantikan Wakil Ketua DPRD dari partai Demokrat, Santoso, di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Februari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat menghadiri pelantikan Wakil Ketua DPRD dari partai Demokrat, Santoso, di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Februari 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris DPRD DKI Jakarta Muhammad Yuliadi mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan pelantikan 106 anggota DPRD DKI Jakarta terpilih periode 2019-2024. Mereka akan dilantik pada Senin, 26 Agustus 2019.

    "Hari ini kami gelar gladi resik jam tiga sore. Tapi nggak semua datang, hanya perwakilan saja," kata Yuliadi saat dihubungi, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Ia menuturkan acara pelantikan akan digelar sederhana seperti rapat biasa anggota dewan. Sekretariat DPRD, kata dia, hanya menyediakan makan dan minum untuk para tamu undangan. "Kami sudah sebar 900 undangan untuk berbagai instansi, ormas dan lainnya," ucapnya.

    Usai dilantik, kata dia, anggota dewan akan langsung menerima dua pin emas yang telah disediakan dengan berat masing-masing 5 gram dan 7 gram. Sedangkan, fasilitas lain akan diserahkan setelahnya. "Bagi yang enggak mau mendapatkan pin emas nggak apa-apa. Bisa dikembalikan dan akan kami terima."

    Selain itu, bagi anggota dewan yang tidak terpilih harus mengembalikan fasilitas yang telah diberikan seperti laptop. Bagi anggota dewan yang kembali terpilih anggota dewan, kata dia, fasilitas tersebut tidak perlu dikembalikan.

    "Yang sudah tidak menjabat saja seluruh fasilitasnya yang harus dikembalikan. Termasuk mobil fasilitas pimpinan dewan kalau tidak menjabat lagi," ujarnya.

    Delapan anggota DPRD DKI terpilih dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DKI Jakarta menyatakan bakal menolak pin emas DPRD DKI yang diberikan untuk anggota DPRD periode 2019-2024.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.