Milad FPI Ke-21 di Jakarta Utara Belum Kantongi Izin Kepolisian

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pimpinan FPI dan anggota FKUB berfoto setelah memberikan sambutan pada acara Milad FPI ke 19 di Stadion Kamal Muara, Jakarta Utara, 19 Agustus 2017. TEMPO/NAFI

    Para pimpinan FPI dan anggota FKUB berfoto setelah memberikan sambutan pada acara Milad FPI ke 19 di Stadion Kamal Muara, Jakarta Utara, 19 Agustus 2017. TEMPO/NAFI

    TEMPO.CO, Jakarta - Front Pembela Islam (FPI) akan menggelar upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-74 dan Milad ke-21 mereka di Stadion Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Sabtu, 24 Agustus 2019.

    Kapolres Jakarta Utara, Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto mengatakan perayaan Milad itu belum mengantongi izin.

    "Sampai saat ini mereka tidak ada mengajukan izin hanya menyampaikan pemberitahuan saja," ujar Budhi saat di hubungi Tempo, Jumat, 23 Agustus 2019.

    Seharusnya, Budhi menyatakan bahwa kegiatan seperti itu harus mengajukan izin terlebih dahulu. Namun hal yang diajukan hanya pemberitahuan saja.

    Adapun dalam kegiatan ini Polres Jakarta Utara akan mengerahkan petugas pengamanan sekitar 5 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau sebanyak 500 pers.

    Budhi menyebut pengamanan yang akan dilakukan besok lebih didasarkan pada tugas Polri dalam rangka mengamankan masyarakat secara umum dan pengamanan wilayah agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif. Sementara untuk kegiatan besok disebutkan tidak memberlakukan pengalihan arus.

    "Untuk sementara belum ada pengalihan arus tapi nanti situasional, jika terjadi kemacetan maka akan dialihkan," ujarnya.

    Sebelumnya selebaran gelaran acara Milad ke-21 FPI sekaligus peringatan HUT RI ke-74 beredar luas di masyarakat. Dalam selebaran itu disebutkan bahwa acara akan digelar di Stadion Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.