Razia Obat Kedaluwarsa, Polisi Ajak BPOM dan Dinas Kesehatan DKI

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Obat palsu yang diperlihatkan Dit Tipidter Bareskrim Polri,  saat konpres  pengungkapan peredaran obat palsu di DITTIPIDSIBER Bareskrim Mabes Polri Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. PT JKI tercatat sebagai Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. Modus perusahaan tersebut yakni dengan mengemas ulang obat-obatan kedaluwarsa. Tempo/Amston Probel

    Obat palsu yang diperlihatkan Dit Tipidter Bareskrim Polri, saat konpres pengungkapan peredaran obat palsu di DITTIPIDSIBER Bareskrim Mabes Polri Jakarta, Senin, 22 Juli 2019. PT JKI tercatat sebagai Pedagang Besar Farmasi (PBF) di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI. Modus perusahaan tersebut yakni dengan mengemas ulang obat-obatan kedaluwarsa. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta -Polisi segera melakukan operasi obat kedaluwarsa di sejumlah puskesmas Jakarta Utara. Dalam operasi tersebut Polisi mengajak Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta. 

    Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto menyatakan sudah menandatangani surat soal operasi tersebut.

    "Intinya kami ingin mengajak dua instansi tersebut untuk melakukan operasi khususnya di puskesmas-puskesmas yang ada di wilayah Jakarta Utara," ujar Budhi di Mapolres Metro Jakarta Utara, Jumat malam, 23 Agustus 2019. 

    Budhi menuturkan operasi tersebut akan dilakukan guna memastikan bahwa tidak ada lagi obat kedaluwarsa ditemukan di puskesmas-puskesmas yang ada di Jakarta Utara. Operasi ini juga dilakukan untuk mencegah adanya korban bertambah. 

    "Kami tidak ingin kasus ini terjadi di puskesmas lain atau di wilayah lain kemudian ada korban-korban lain," tegas Budhi.

    Sebelumnya, Puskesmas Kelurahan Kamal Muara di Penjaringan, Jakarta Utara memberikan vitamin B6 kedaluwarsa kepada dua ibu hamil.

    Korban pertama adalah ibu hamil bernama Novi Sri Wahyuni (21), yang mengaku menerima obat kedaluwarsa pada 13 Agustus 2019.

    Novi melaporkan kejadian ini ke Polsek Metro Penjaringan pada Kamis, 15 Agustus 2019 dengan barang bukti tiga strip vitamin B6 kedaluwarsa.

    Sementara korban lainnya, Winda Dwi Lestari (23), mengaku mendapatkan obat kedaluwarsa setelah berobat pada 29 Juli 2019.

    Obat kedaluwarsa yang dijadikan barang bukti oleh dua korban tersebut saat melapor ke pihak kepolisian didapati sudah habis masa amannya sejak April 2019. Polisi sampai saat ini sudah memeriksa korban maupun pihak Puskesmas Kamal Muara. Namun belum bisa ditetapkan siapa yang akan menjadi tersangka.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.