Instalasi Gabion Pakai Terumbu Karang , PSI Angkat Bicara

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dinas Kehutanan DKI memasang instalasi Gabion atau Bronjong di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 21 Agustus 2019. Instalasi Gabion menjadi pengganti Instalasi Getih Getah yang telah dirobohkan. TEMPO/Imam Hamdi

    Dinas Kehutanan DKI memasang instalasi Gabion atau Bronjong di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, 21 Agustus 2019. Instalasi Gabion menjadi pengganti Instalasi Getih Getah yang telah dirobohkan. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat bicara soal kontroversi instalasi Gabion yang dipasang Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Bundahan Hotel Indonesia. Idris Ahmad, anggota DPRD DKI Jakarta dari PSI, mempertanyakan kinerja Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati.

    Idris mengaku heran dengan pernyataan Suzi yang menyatakan tak mengetahui detail soal bahan dasar terumbu karang yang digunakan untuk instalasi tersebut. Terumbu karang merupakan salah satu bagian dari ekosistem laut yang dilindungi keberadaannya menurut undang-undang.

    "Kami pertanyakan bagaimana proses penganggaran (gabion) sehingga seorang kepala dinas tidak tahu rencana anggaran kegiatannya secra detail," ujar Idris di Novotel, Jakarta Barat, Ahad, 25 Agustus 2019.

    Menurut Idris, anggaran belanja Pemprov DKI dapat masyarakat pantau melalui laman apbd.go.id. Melalui situs tersebut, masyarakat dapat mengetahui rincian detail bahan baku yang akan dibeli atau diadakan oleh Pemprov DKI. Sehingga, ia merasa janggal jika seorang kepala dinas tak mengetahui bahan dasar instalasi itu.

    Kontroversi soal terumbu karang dalam instalasi Gabion bermula dari unggahan pemerhati isu lingkungan Riyanni Djangkaru lewat akun media sosialnya. Dia memastikan bebatuan instalasi itu merupakan terumbu karang yang sudah mati.

    Menurut dia, terumbu karang tersebut terdapat dalam keranjang Gabion atau Bronjong dan juga disebar di tanah sehingga menyerupai jalan setapak.

    Riyanni memastikan hal itu setlah dia mencoba memegang batuan itu di instalasi itu. Menurut dia, beratnya terasa ringan mirip dengan karang lunak. Corak khusus di batu pun tampak seperti terumbu karang.

    "Lalu nanti begitu masuk dari area jalan yang dipenuhi batu merah tersebut, di bawah itu kelihatan ada skeleton batu karang otak, brain coral," katanya.

    Kepada Riyanni, Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsita mengaku tidak mengetahui jenis batu yang dipakai dalam instalasi Gabion berasal dari terumbu karang. Menurut anak buah Anies Baswedan itu, dia hanya menerima dari toko penjual batu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi Diduga Terjerat Dana Hibah

    Perkara dugaan korupsi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bermula dari operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 18 Desembe