Pelantikan DPRD DKI, Sutiyoso Sebut Dulu DPRD Cuma Tukang Stempel

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso tiba di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019. Bang Yos -sapaan Sutiyoso- datang ke gedung DPRD DKI untuk mengikuti pelantikan legislator terpilih periode 2019-2024. TEMPO/Imam Hamdi

    Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso tiba di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019. Bang Yos -sapaan Sutiyoso- datang ke gedung DPRD DKI untuk mengikuti pelantikan legislator terpilih periode 2019-2024. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso  berharap anggota DPRD DKI periode 2019-2024 yang akan dilantik bisa bekerja maksimal memperjuangan kepentingan warga ibu kota.

    Sebab, menurut dia, legislator mempunyai kewenangan cukup besar dalam pengawasan jalannya pemerintahan.

    "Sekarang ini kewenangan DPRD sangat besar. Tidak seperti dulu. Kalau dulu-dulu hanya tukang stempel. Orde baru kan," kata Sutiyoso yang hadir dalam pelantikan anggota DPRD DKI periode 2019-2024 di gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019.

    Ia menuturkan legislator saat ini berperan cukup besar dalam mengawasi pelaksanaan program pemerintah. Legislator mesti mempunyai kontrol dalam mengawasi kewajiban yang semestinya dilakukan pemerintah.

    Pria yang terkenal dengan sapaan Bang Yos ini mengatakan telah merasakan dua kali pemerintahan yang berbeda, yakni saat orde baru dan reformasi. Mantan Panglima Kodam Jaya ini menjabat gubernur DKI selama dua periode, yaitu 1997-2002 dan 2002-2007.

    "Saya mengalami terakhir kali itu. Ujung orde baru saya ngalamin. Terus awal reformasi saya ngalamin. Saya mengalamin pemerintahan yang berbeda. Kalau dulu kekuatan dewan tukang stempel," ujarnya.

    Terkait kinerja legislator periode 2014-2019 yang dinilai minim, Sutiyoso mengaku warga ibu kota yang lebih mengetahui kinerja mereka. "Yang periode ini, aku tidak mengamati. Masyarakat Jakarta lah yang tahu. Aku kan warga masyarakat Bekasi."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ratusan Ribu Orang Mengalami Gangguan Pernafasan Akibat Karhutla

    Sepanjang 2019, Karhutla yang terjadi di sejumlah provinsi di Sumatera dan Kalimantan tak kunjung bisa dipadamkan. Ratusan ribu jiwa jadi korban.