Sambut Rekan Baru, Ketua DPRD DKI Ucapkan Pantun

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengumumkan tarif MRT baru usai renegosiasi di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Maret 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengumumkan tarif MRT baru usai renegosiasi di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Selasa, 26 Maret 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, JakartaKetua DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019 Prasetyo Edi Marsudi membacakan pantun bagi anggota dewan periode 2019-2024 yang baru dilantik dalam rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Senin 26 Agustus 2019. Edi tampak menyambut calon rekan kerja barunya.

    "Sebelum saya tutup, saya akan bacakan sebuah pantun," ujar Prasetyo di Gedung DPRD DKI, Senin 26 Agustus 2019.

    "Ke pasar beli cawan, cawan baru disimpan di lemari, selamat bertugas anggota dewan, semoga mendapat rido Illahi," ujar Prasetyo.

    Prasetyo berharap anggota DPRD DKI baru bisa menujukan kerja lebih baik lagi dalam menjaga amanat dan aspirasi masyarakat.

    Dalam kesempatan tersebut, Prasetyo juga menyampaikan terima kasih kepada anggota dewan periode 2014-2015 atas kerja sama selama lima tahun bersama. Termasuk juga lanjut Prasetyo ucapan terima kasih kepada pemerintah provinsi DKI Jakarta.

    DPRD DKI Jakarta Periode 2019-2024 mengalami perubahan cukup drastis dari periode sebelumnya. Dari 106 anggota, 35 persen di antaranya merupakan wajah baru.

    Salah satu partai baru yang berhasil masuk ke DPRD DKI Jakarta adalah Partai Solidaritas Indonesia yang menempatkan delapan wakil. Sementara partai lama yang harus tergusur adalah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) karena tak mendapatkan satu pun kursi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.