Pemindahan Ibu Kota, Djarot: Jakarta Lebih Longgar

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Steering Comitee Kongres V PDIP Djarot Saiful Hidayat dalam konferensi pers menjelang Kongres PDIP di Grand Inna Beach, Bali pada Rabu, 7 Agustus 2019. Dewi Nuria/TEMPO

    Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Steering Comitee Kongres V PDIP Djarot Saiful Hidayat dalam konferensi pers menjelang Kongres PDIP di Grand Inna Beach, Bali pada Rabu, 7 Agustus 2019. Dewi Nuria/TEMPO

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai pemindahan ibu kota negara akan membuat Jakarta lebih baik. "Otomatis lebih longgar," ujar Djarot saat ditemui di DPRD DKI, Senin 25 Agustus 2019.

    Djarot memisalkan sejumlah permasalahan Jakarta bakal berkurang, seperti kemacetan, banjir, polusi udara hingga permukiman kumuh. Selain itu, kata Djarot Jakarta sebagai ibu kota selama ini menopang beban yang cukup berat karena menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan bisnis.

    Djarot menyebutkan dengan kondisi tersebut daya tampung dan daya dukung akan memperberat Jakarta. Menurut dia, dengan pemindahan ibu kota Jakarta akan menjadi sedikit longgar.

    Djarot mengatakan, meski ibu kota pindah, Jakarta akan tetap menjadi pusat ekonomi dan bisnis. Sebab hanya pusat pemerintahan negara yang bakal pindah.

    Djarot mengaku mendukung pemindahan ibu kota karena untuk pertumbuhan dan pemerataan ekonomi."Ya pertumbuhan ekonomi lebih merata," ujarnya.

    Presiden Jokowi baru saja mengumumkan bahwa ibu kota akan dipindah ke Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

    Menurut Jokowi, ada sejumlah alasan yang mendasari pemilihan Kalimantan Timur sebagai lokasi baru ini. seperti pertimbangan risiko bencana yang minimal.

    Jokowi juga mengatakan lokasi ini tergolong memiliki infrastruktur yang relatif lengkap dibanding calon-calon lokasi lain. Pertimbangan terakhir adalah tersedianya lahan yang dikuasai pemerintah seluas 180 ribu hektare.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.