Sidang Kerusuhan 22 Mei, Begini Hakim Peringatkan Saksi Polisi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa penyerangan ke Polsek Gambir, Jakarta Pusat, saat kerusuhan 22 Mei. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    Sidang pemeriksaan saksi untuk terdakwa penyerangan ke Polsek Gambir, Jakarta Pusat, saat kerusuhan 22 Mei. Sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Hakim ketua perkara kerusuhan 22 Mei, Acice Sendong, meminta saksi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) memberikan pernyataan yang sebenarnya. Saksi yang dimaksud adalah Lois Sena Perangin-angin, anggota polisi yang berjaga di Polsek Gambir sewaktu kerusuhan terjadi.

    Acice menyebut, kesaksian yang tertulis dalam berita acara pemeriksaan (BAP) membawa konsekuensi apabila berbeda dengan pernyataan di ruang sidang. Dia memperingatkan kalau saksi bisa diadili juga mempertanggungjawabkan keterangannya.

    "Ingat, orang ini kalau tidak salah maka dia teraniaya oleh saudara," kata Acice saat sidang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 26 Agustus 2019.

    Dalam BAP, Lois menerangkan, dirinya mengetahui bahwa batu digunakan oleh terdakwa bernama Fatturachman Saleh. Batu itulah yang kemudian menjadi alat bukti perkara ini.

    Menurut Acice, keterangan itu seolah-olah menunjukkan bahwa Lois melihat Fatturachman telah melempar batu ke arah Polsek Gambir. Tapi pernyataan Lois di dalam ruang sidang berbeda.

    Saat pemeriksaan saksi hari ini, Lois menyebut, pelemparan batu dilakukan oleh massa yang berada di tengah kerumunan perusuh di kawasan kantor Polsek Gambir, Jakarta Pusat. "Jadi massa itu melempar-lempari saat itu ada pasukan Brimob dan Polda. Massa aur-auran melempar batu, mulai acak-acak," kata Lois.

    Lois mengaku tak mengingat pemilik batu tersebut. Dia juga tidak melihat baik Fatturachman atau satu terdakwa lain, Muhammad Suhandi, memegang batu ketika penyidikan di Polda Metro Jaya.

    Kuasa hukum Fatturachman dan Suhandi kemudian menanyakan dari mana Lois mengetahui kedua terdakwa telah melempar batu. "Karena dia (terdakwa) mengakui," kata Lois menjawab.

    Acice tampak menyunggingkan senyum. Dia meminta Lois bersaksi sesuai apa yang dilihatnya dan tak mengacu pada pengakuan terdakwa saat penyidikan polisi. "Apa yang saudara lihat dan tahu sendiri. Jadi jangan ada yang ditambah atau dikurangi," ucap Acice.

    Fatturachman keberatan dengan keterangan Lois. Dia mengakui, dirinya ikut melempar batu. Namun, batu tidak dilayangkan ke arah Polsek Gambir.

    Selain itu, dia menyebut tak berada di antara gerombolan perusuh di Polsek Gambir. "Saya keberatan kalau saya dikatakan ikut serta berkerumun di sekitar Polsek Gambir dan ikut menyerang," tutur dia.

    Fatturachman dan Suhandi adalah dua dari sejumlah besar terdakwa kerusuhan 22 Mei. Berkas perkara mereka terbagi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dan Barat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?