Cegah Pencari Suaka Tinggal di Trotoar Lagi, Ini Langkah UNHCR

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencari suaka asal Sudan terpaksa tidur di jalanan depan penampungan di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis malam 22 Agustus 2019. Mereka harus dievakuasi dan dipisahkan setelah terjadi keributan dan tawuran dengan pencari suaka asal Afaganistan saat pembagian makanan pada sore harinya. TEMPO/MUH HALWI

    Pencari suaka asal Sudan terpaksa tidur di jalanan depan penampungan di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis malam 22 Agustus 2019. Mereka harus dievakuasi dan dipisahkan setelah terjadi keributan dan tawuran dengan pencari suaka asal Afaganistan saat pembagian makanan pada sore harinya. TEMPO/MUH HALWI

    TEMPO.CO, Jakarta - Representatif United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) di Indonesia, Thomas Vargas menjelaskan pihaknya tengah dalam pembahasan bersama dengan pemerintah dan lembaga lainnya untuk memastikan nasib para pencari suaka di Kalideres, Jakarta Barat. Salah satu pembahasan itu ialah memastikan para pencari suaka tak lagi tinggal di trotoar jalan setelah penampungan di Kalideres ditutup pada 31 Agustus 2019.

    "Kami punya rencana dengan partner dan pemerintah untuk menyediakan kebutuhan mendesak para pengungsi, sehingga mereka tidak perlu lagi tinggal lagi di luar (trotoar)," ujar Thomas di kantornya, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin malam, 26 Agustus 2019.

    Thomas tak merinci secara detail rencana dan bentuk kerja sama dengan pemerintah dan lembaga tersebut. Ia hanya menjelaskan melalui cara ini, para pengungsi nantinya akan memiliki kemampuan menghidupi diri mereka sendiri dalam waktu lama.

    "Kami sangat menghindari kondisi seperti di Kalideres (tinggal di trotoar) terjadi kembali. Ini adalah hal terbaik yang bisa kami lakukan," ujar Thomas.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya akan segera mengosongkan gedung eks Kodim Kalideres dari para pengungsi pada 31 Agustus nanti. Penghentian bantuan pelayanan kesehatan dan air dari DKI juga telah dilakukan pada Rabu, 21 Agustus 2019.

    Kepala Kesbangpol Taufan Bakri menjelaskan bahwa keputusan tersebut lantaran keterbatasan keuangan yang dimiliki oleh DKI Jakarta. Selain itu, kata dia, satuan pelaksana tugas yang dibentuk untuk pengungsi Kalideres sudah berakhir.

    Taufan mengatakan pihaknya sudah mulai memberi sosialisasi kepada pengungsi bahwa pelayanan sudah berakhir dan pada 31 Agustus nanti akan dikeluarkan dari Gedung Eks Kodim Kalideres. Setelah itu, para pencari suaka akan diserahkan sepenuhnya kepada UNHCR dan IOM. Namun DKI akan terus dipantau dan diawasi. "Setelah ini diserahkan ke UNHCR," ujarnya.

    Sebelum pemerintah memberi tempat pengungsian di eks Kodim, para pencari suaka itu sebelumnya tinggal di trotoar jalan di depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kalideres dan di depan kantor UNHCR di Kebon Sirih. Baru pada Juli lalu, Pemprov DKI memindahkan pencari suaka ke eks Kodim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.