Tolak Pin Emas, Anggota DPRD PSI Mulai Pakai Pin Kuningan

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota  DPRD DKI Jakarta fraksi Partai Solidaritas Indonesia Agus Hamonangan saat memperlihatkan lencana pin berbahan kuningan  pengganti emas, di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 27Agustus 2019. TEMPO /Taufiq Siddiq

    Anggota DPRD DKI Jakarta fraksi Partai Solidaritas Indonesia Agus Hamonangan saat memperlihatkan lencana pin berbahan kuningan pengganti emas, di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa 27Agustus 2019. TEMPO /Taufiq Siddiq

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPRD Fraksi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI mulai menggunakan lencana pin berbahan kuningan lantaran tolak pin emas digunakan oleh anggota dewan.

    Salah satu anggota Fraksi PSI, Agus Hamonangan, di hari kedua menjadi anggota dewan terlihat menggunakan lencana pin kuningan tersebut. "Iya, ini pin kuningan ya, bukan emas," ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa, 27 Agustus 2019.

    Agus menyatakan hal tersebut sesuai dengan sikap PSI yang dari awal yang menolak pemberian pin berbahan emas. PSI menolak pin emas tersebut lantaran penggunaan bahan emas seperti itu tak mencerminkan rasa empati kepada masyarakat yang lebih membutuhkan anggaran besar untuk mengatasi berbagai masalah.

    Menurut Agus, pin tersebut diberikan oleh Dewan Pimpinan Wilayah PSI DKI Jakarta untuk kedelapan anggota DPRD PSI. "Semuanya dapat dari DPW," ujarnya.

    Agus pun mengatakan pemakaian lencana kuningan itu sudah sepengatahuan Sekretariatan Dewan DPRD. "Kemarin kami juga sudah mengirim surat tentang ini ke sekwan," kata dia.

    Selain para anggota DPRD DKI dari PSI, sejumlah anggota dewan yang baru menolak pemberian pin emas DPRD DKI. Misalnya anggota DPRD DKI dari Fraksi PDIP Ima Mahdiah. Mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu menyatakan akan menjual dan menyumbangkan hasil penjualan pin emas itu lewar aplikasi sosial yang ia kelola, Jangkau.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.