Ibu Kota Pindah, Anies Baswedan Yakin Jakarta Tetap Macet

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat mengobrol saat usai acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) dan Djarot Syaiful Hidayat mengobrol saat usai acara pelantikan anggota DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak yakin ibu kota pindah ke Kalimantan Timur bakal mengurangi kemacetan di Jakarta.

    Anies mengatakan penyebab kemacetan di Jakarta lebih banyak karena kendaraan pribadi. "Saya tidak yakin, karena kontribusi kemacetan terbesar itu dari transportasi rumah tangga," ujar Anies saat ditemui di Balai Kota Jakarta Pusat, Selasa 27 Agustus 2019.

    Kontribusi dari keberadaan pemerintah pusat terhadap kepadatan lalu lintas Jakarta selama ini tidak terlalu signifikan.

    Alasan Anies yang lain, meski ibu kota negara pindah pusat bisnis akan tetap di Jakarta sehingga lalu lintas akan tetap sibuk. 

    Untuk mengurangi kemacetan di Jakarta setelah ibu kota pindah, Anies Baswedan akan terus membenahi transportasi publik agar masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.