DKI Gelar Muharram Festival, Simak Penutupan Jalan Thamrin

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin, 10 September 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Anak-anak mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam di kawasan Manggarai, Jakarta, Senin, 10 September 2018. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melaksanakan penutupan Jalan Thamrin pada saat Muharram Festival pada Sabtu, 31 Agustus 2019 di Bundaran HI. Acara yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini diperkirakan akan mengundang massa hingga 20 ribu orang. 

    Dalam Muharram Festival, Pemprov DKI akan menghadirkan beberapa pertunjukan seperti Pawai Obor Elektrik dari Pintu Barat Monas menuju Bundaran HI. Menimbang akan persiapan dan padatnya acara tersebut oleh pengunjung, Dinas Perhubungan akan menutup Jalan Thamrin untuk sementara mulai hari Jumat dan melakukan rekayasa lalu lintas.

    Pada hari Jumat, 30 Agustus 2019, rekayasa lalu lintas akan dimulai sejak pukul 14.00 hingga 21.00. Selama rekayasa berlangsung, kendaraan pribadi masyarakat tak akan bisa melintasi Jalan Merdeka Barat hingga Dukuh Atas. 

    Esoknya pada Sabtu, 31 Agustus 2019, rekayasa lalin akan berlangsung di jalur yang sama, namun dengan waktu yang berbeda. Kendaraan pribadi masyarakat tak akan bisa melintasi jalan tersebut mulai pukul 14.00 hingga 24.00.

    "Mohon memaklumi jika kegiatan ini mengganggu kegiatan operasional," bunyi surat edaran acara Muharram Festival.

    Penutupan jalan dilakukan untuk menggelar Pawai Obor Elektrik. Dalam Muharram Festival itu juga akan diadakan festival musik bertema islami. Beberapa artis dan penyanyi yang akan hadir di Muharram Festival antara lain, Opick, Pasha, Wali, Kotak, Bimbo, Potret, Hijab Band, Fatin, Cassandra Band, Rendi Pandugo hingga Wika Salim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.