DKI Akan Tutup Penampungan, Pencari Suaka: Tak Tahu Harus ke Mana

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana eks Gedung Kodim Jayakrama di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat, menajdi tempat penampungan para pencari suaka pada Ahad, 21 Juli 2019. Tempo/Adam Prireza

    Suasana eks Gedung Kodim Jayakrama di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat, menajdi tempat penampungan para pencari suaka pada Ahad, 21 Juli 2019. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pencari suaka yang ditampung di bekas gedung Kodim Komplek perumahan Daaan Mogot Baru, Jakarta Barat mengaku tak tahu akan ke mana jika diminta angkat kaki. Abdul Zabih, 29 tahun, pengungsi asal Afghanistan, mengatakan dirinya tak memiliki tujuan.

    “Saya dan keluarga tak tahu mau ke mana. Teman-teman juga sama seperti saya,” kata Abdul saat ditemui di lokasi pengungsian pada Selasa, 27 Agustus 2019.

    Pria yang fasih berbahasa Indonesia itu mengungsi bersama istri dan dua anaknya yang masih berusia di bawah lima tahun. Mereka sudah satu bulan lebih berada di gedung eks Kodim.

    Abdul mengatakan keluarganya sudah mengungsi ke Indonesia sejak 2017. “Kami menunggu kepastian dari UNHCR (representatif United Nations High Commissioner for Refugees di Indonesia) saja,” kata dia.

    Senada dengan Abdul, pengungsi asal Sudan, Aziz, 25 tahun, pun tak memiliki tujuan jika harus hengkang dari eks gedung Kodim. Meski memiliki kerabat sesama warga Sudan yang tinggal di Bogor, Jawa Barat, dirinya tak ingin pergi ke sana. “Saya ingin bekerja supaya bisa punya rumah,” kata dia dengan bahasa Indonesia yang terbata-bata.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya akan segera mengosongkan gedung eks Kodim Kalideres dari para pengungsi pada 31 Agustus nanti. Penghentian bantuan pelayanan kesehatan dan air dari DKI juga telah dilakukan pada Rabu, 21 Agustus 2019.

    Kepala Kesbangpol Taufan Bakri menjelaskan bahwa keputusan tersebut lantaran keterbatasan keuangan yang dimiliki oleh DKI Jakarta. Selain itu, kata dia, satuan pelaksana tugas yang dibentuk untuk pengungsi Kalideres sudah berakhir.

    Taufan mengatakan pihaknya sudah mulai memberi sosialisasi kepada pengungsi bahwa pelayanan sudah berakhir dan pada 31 Agustus nanti akan dikeluarkan dari Gedung Eks Kodim Kalideres. Setelah itu, para pengungsi akan diserahkan sepenuhnya kepada UNHCR dan IOM. Namun DKI akan terus dipantau dan diawasi. "Setelah ini diserahkan ke UNHCR," ujarnya.

    Sebelum pemerintah memberi tempat pengungsian di eks Kodim, para pencari suaka itu tinggal di trotoar jalan di depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kalideres dan di depan kantor UNHCR di Kebon Sirih. Baru pada Juli lalu, Pemprov DKI memindahkan pengungsi ke eks Kodim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.