Horas Bangso Batak Masih Tunggu Permintaan Maaf Abdul Somad

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul Somad tiba di gedung MUI, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. Atas ceramahnya itu, Somad telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Komunitas Horas Bangso Batak. TEMPO/Subekti

    Abdul Somad tiba di gedung MUI, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. Atas ceramahnya itu, Somad telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Komunitas Horas Bangso Batak. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota tim hukum Horas Bangso Batak Erwin Situmorang masih menunggu permintaan maaf secara terbuka dari Abdul Somad atas pembahasan mengenai salib.

    Pria yang kerap disebut UAS itu membahas soal salib saat menjawab pertanyaan dari seorang jamaahnya  di sebuah pengajian tiga tahun lalu. Video itu kembali viral di media sosial akhir-akhir ini.

    "Sampai saat kami masih menginginkan yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka, kita tidak benci sama ustad Abdul Somad, yang tidak kami terima adalah jawaban dia terhadap pertanyaan salah satu jamaah itu," ujar Erwin Situmorang saat dihubungi Tempo pada Rabu, 28 Agustus 2019.

    Erwin menegaskan, komunitas Horas Bangso bakal menerima permintaan maaf Abdul jika pendakwah itu mau melakukannya. Walaupun komunitas itu telah melaporkan UAS ke Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana penistaan agama Nasrani.

    "Mau (memaafkan). Dari awal kami menginginkan UAS melakukan klarifikasi dan permintaan secara terbuka," ujar Erwin Situmorang.

    Di sisi lain, UAS sudah menyatakan tak akan minta maaf karena merasa menyampaikan aqidah Islam dan dalam forum yang disisi oleh umat muslim. Pernyataan untuk menolak permintaan maaf itu disampaikan UAS di kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 21 Agustus lalu.

    "Tapi kalau beliau merasa tidak bersalah ya kita serahkan saja ke Kepolisian," ujar Erwin Situmorang.

    Selain komunitas Horas Bangso Batak, Abdul Somad juga telah dilaporkan oleh Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri. Penjelasan dari pria kelahiran Asahan, Sumatra Utara, 18 Mei 1977 itu dianggap menyinggung keyakinan umat Kristen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.