Cegah Kebakaran, Rumah di Kota Bekasi Dipasang Arde

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. TEMPO/Andry Prasetyo

    Ilustrasi. TEMPO/Andry Prasetyo

    TEMPO.CO, Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi akan mendata seluruh rumah penduduk yang belum memiliki instalasi grounding atau biasa disebut arde. Arde sangat perlu dipasang karena penting untuk mencegah bahaya kebakaran yang ditimbulkan akibat korsleting listrik.

    "Sebagai percontohan ditetapkan wilayah Rawalumbu," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Bekasi, Arief Maulana, Rabu, 28 Agustus 2019.

    Grounding berfungsi sebagai penghantar arus listrik langsung ke bumi atau tanah saat terjadi kebocoran isolasi atau percikan api pada konsleting. Instalasi ini juga mencegah bahaya jika perangkat elektronik di rumah tersambar petir, maupun korsleting ketika terjadi banjir.

    Arief mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan PT PLN (Persero) dan Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Sebab, lembaga ini yang nantinya mengeluarkan sertifikat laik operasi sebuah instalasi listrik di rumah-rumah penduduk.

    "Korsleting listik menjadi penyebab terbanyak peristiwa kebakaran di Kota Bekasi," kata Arief.

    Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bekasi mencatat sepanjang 2019 (sampai Agustus) terdapat 152 peristiwa kebakaran, 71 di antaranya disebabkan korsleting listrik. Menurut Arief, peristiwa ini bisa dicegah melalui antisipasi dengan menerapkan standar keamanan instalasi listrik.

    Manajer PLN UP3 Bekasi, Ririn Rachmawardini, mengatakan hasil inspeksi selama lima hari terakhir bersama Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM di wilayahnya, ada sebanyak 740 rumah direkomendasikan untuk memenuhi persyaratan umum instalasi listrik untuk mencegah bahaya korsleting listrik.

    "Mayoritas tidak memiliki grounding, ada juga material yang dipakai belum standar nasional Indonesia (SNI)," kata dia.

    Dari 740 rumah yang direkomendasikan di Kota Bekasi, kata dia, pihaknya baru membantu 100 rumah instalasi kelistrikan distandarkan sampai menerima sertifikat laik operasi dari Ditjen Ketenaglistrikan Kementerian ESDM. "Termasuk pemasangan grounding," katanya. Bantuan diberikan melalui dana pertanggungjawaban sosial perusahaan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.