Oktober 2019, MRT Akan Punya Pembangkit Listrik Tambahan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas melakukan pengaturan lalu lintas jalur khusus angkutan umum saat uji coba di bawah Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan uji coba satu jalur khusus yang hanya dapat dilewati oleh angkutan umum selama satu bulan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan area transit plaza sebagai tempat antar jemput. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas melakukan pengaturan lalu lintas jalur khusus angkutan umum saat uji coba di bawah Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin, 26 Agustus 2019. Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan melakukan uji coba satu jalur khusus yang hanya dapat dilewati oleh angkutan umum selama satu bulan tersebut sebagai bagian dari upaya untuk mendorong masyarakat menggunakan area transit plaza sebagai tempat antar jemput. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - PT MRT Jakarta akan mempunyai pembangkit listrik subsistem yang ketiga dari PLN pada bulan Oktober mendatang. Pembangkit listrik ini rencananya sebagai tambahan cadangan listrik untuk mengantisipasi berhentinya operasi MRT akibat blackout beberapa waktu lalu.

    "PLN sudah berkomitmen yaitu menambah pembangkit listrik subsistem yang ke tiga untuk MRT," ujar Direktur Utama MRT, William Isbandar di Lebak Bulus Jakarta Selatan, Rabu 28 Agustus 2019.

    William mengatakan untuk pembangkit listrik yang baru ini dirancang berbeda dari dua subsistem yang sudah ada. Yaitu sistem hot standby yang memungkinkan subsistem tersebut aktif terus.

    Menurut William, jika terjadi pemadaman listrik dan dua subsistem MRT ikut down, maka subsistem ke tiga ini bisa langsung beroperasi karena pembangkit listrik yang baru terus aktif.

    Sehingga kereta MRT tidak harus berhenti akibat pemadaman listrik seperti beberapa waktu lalu. "Kejadian yang saat black out kemarin karena ke dua subsistem kami ikut down dan MRT mati karena tidak adar arus listrik," ujarnya.

    Pemadaman listrik total pada 4 Agustus lalu mengakibatkan 91 keberangkatan MRT batal. Sebanyak 3.000 penumpang saat itu dievakuasi saat listrik mati di tengah perjalanan.

    William menuturkan dengan penambahan subsistem pembangkit listrik ini kejadian matinya operasi MRT tidak terulang lagi. "Kita sudah bersurat kepada PLN agar kejadian seperti kemarin," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.