Akibat Pemadaman Listrik, Jumlah Penumpang MRT Turun 13 Persen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang kereta moda raya terpadu (MRT), berjalan kaki setelah keluar dari gerbong kereta yang mati saat pemadaman listrik di Jakarta, Ahad, siang 4 Agustus 2019. Seluruh penumpang yang sempat terjebak berhasil dievakuasi. MRT Jakarta

    Penumpang kereta moda raya terpadu (MRT), berjalan kaki setelah keluar dari gerbong kereta yang mati saat pemadaman listrik di Jakarta, Ahad, siang 4 Agustus 2019. Seluruh penumpang yang sempat terjebak berhasil dievakuasi. MRT Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah penumpang MRT pada bulan Agustus menurun sekitar 13 persen dari bulan sebelumnya akibat pemadaman listrik pada 4 Agustus lalu.

    "Untuk bulan ini ada penurunan jumlah penumpang 13 persen," ujar Direktur Utama MRT William Sabandar di Lebak Bulus Jakarta Selatan, Rabu 28 Agustus 2019.

    William menyebutkan hingga 26 Agustus, rata-rata jumlah penumpang moda raya terpadu itu sekitar 80.018 orang per hari atau total 2,08 juta orang. Pada bulan Juli penumpang 2,88 juta dengan 93.165 penumpang per hari.

    William menyebutkan pada saat pemadaman PLN seharian penuh itu, MRT terpaksa membatalkan perjalanan hingga 91 keberangkatan. Kereta berhenti beroperasi kereta saat listrik padam dari siang hari hingga pukul 20.00 WIB.

    William menyebutkan dampak pemadaman atau blackout tersebut terus berlanjut hingga beberapa hari setelah itu, jumlah penumpang MRT belum mencapai performa terbaiknya.

    Menurut William jumlah penumpang MRT baru kembali normal pada hari Jumat 9 Agustus yang hampir mencapai 100 ribu penumpang. "Normalnya baru kembali pada hari Jumat, sudah hampir 100 ribu penumpang," ujarnya.

    Willam mengatakan untuk mencegah adanya penghentian kereta operasi akibat pemadaman listrik, MRT dan PLN sudah menyiapkan subsistem listrik ketiga. "PLN sudah berkomitmen untuk membangun subsistem ketiga, agar kejadian matinya dua subsistem saat blackout kemarin tidak terulang," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.