Begini Status Aduan Horas Bangso Batak Soal Abdul Somad

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdul Somad tiba di gedung MUI, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. Selain itu ada juga laporan Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Kepolisian Daerah NTT dan laporan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ke Bareskrim Mabes Polri. TEMPO/Subekti

    Abdul Somad tiba di gedung MUI, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. Selain itu ada juga laporan Brigade Meo Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Kepolisian Daerah NTT dan laporan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ke Bareskrim Mabes Polri. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Komunitas Horas Bangso Batak mendatangi Polda Metro Jaya untuk menanyakan perkembangan laporan dugaan tindak pidana penistaan agama oleh Abdul Somad. Anggota tim hukum komunitas tersebut, Erwin Situmorang, menyatakan telah mendapat penjelasan dari penyidik mengapa pihaknya belum dipanggil hingga saat ini.

    "Kami sudah ketemu penyidiknya, masuk Unit Keamanan Negara. Laporan yang kami buat itu sudah diterima, dan kebetulan baru di disposisikan per 28 Agustus 2019. Jadi karena di disposisikan kemarin, maka pemanggilan pelapor itu belum dapat dilakukan," kata Erwin di Polda Metro Jaya, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Erwin berujar, penyidik mengatakan bakal mengirim surat pemanggilan kepada anggota Komunitas Horas Bangso Batak besok, Jumat, 30 Agustus 2019. Rencananya, kata Erwin, pihaknya bakal dipanggil sebagai pelapor pada Senin atau Selasa pekan depan.

    Untuk Abdul Somad sebagai terlapor, Erwin mengaku belum mendapatkan informasi tentang jadwal pemanggilannya.

    "Karena prosesnya pelapor dulu yang dipanggil baru terlapor," kata Erwin.

    Komunitas Horas Bangso Batak melaporkan Abdul Somad pada 19 Agustus lalu. Mereka menilai Somad telah menistakan agama Nasrani dalam video ceramahnya yang viral di media sosial.

    Dalam video tersebut, Somad membahas soal salib dan patung dalam ajarang agama Islam. Dalam klarifikasinya, dia menyatakan bahwa ceramah itu dilakukan tiga tahun lalu.

    Dia juga berujar, pembahasan ihwal salib dan patung disampaikan hanya untuk menjawab pertanyaan dari jamaah. Menurut dia, ceramahnya kala itu dimaksudkan sebagai konsumsi internal umat Islam.

    Somad sendiri sempat menyatakan tak akan meminta maaf terkait ceramahnya itu. Pasca pertemuan dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Somad menyatakan tak merasa melakukan penistaan agama karena apa yang dia sampaikan itu sesuai dengan keyakinannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.