IOM Sebut Tak Terlibat Pemindahan Pencari Suaka di Kalideres

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencari suaka asal Somalia dan Sudah di eks gedung Kodim Kalideres mulai dipindahkan pada Rabu, 28 Agustus 2019. Tempo/MUH HALWI

    Pencari suaka asal Somalia dan Sudah di eks gedung Kodim Kalideres mulai dipindahkan pada Rabu, 28 Agustus 2019. Tempo/MUH HALWI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemindahan ribuan pencari suaka yang berada di penampungan sudah mulai dilakukan pada Rabu, 28 Agustus 2019. Hal itu dilakukan untuk mensterilkan penampungan di gedung eks Kodim, Perumahan Daan Mogot Baru, Jakarta Barat pada 31 Agustus mendatang.

    Kepala Misi (ad Interim) Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) di Indonesia, Dejan Micevski mengatakan pihaknya tidak terlibat dalam pemindahan para pengungsi di Kalideres. Meski begitu, IOM masih memberikan bantuan kepada para pengungsi yang berada di beberapa kota di Indonesia.

    "IOM tidak berpartisipasi dalam relokasi para pencari suaka di Kalideres. Kita masih menyediakan asistensi (bantuan) untuk 8.200 para pencari suaka di bawah perlindungan IOM, tapi untuk sekarang kita tidak terlibat dalam relokasi para pencari suaka yang ada di Kalideres," kata Micevski saat di hubungi Tempo, Kamis, 29 Agustus 2019.

    Micevski mengatakan pencari suaka yang di tangani khusus oleh IOM sebanyak 8.200 orang dan tersebar di sembilan kota di Indonesia. Adapun bantuan yang diberikan berupa tempat tinggal, uang saku bulanan, kesehatan, dan pendidikan. Hal tersebut dilakukan dengan kerja sama dengan pihak pemerintah, baik pemerintah lokal maupun pemerintah pusat.

    "Kita menyediakan bantuan di 9 kota: Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, Pekanbaru, Kupang, Semarang, Tanjung Pinang, dan Batam. Kita menyediakan tempat tinggal, uang saku bulanan, kesehatan, dan pendidikan," kata Micevski.

    Khusus di DKI Jakarta, IOM menyebut telah memberikan bantuan kepada 2.000 pencari suaka yang tersebar di sekitar Jakarta dan Tangerang. "Migran di bawah perlindungan IOM tinggal di akomodasi yang telah ditentukan (oleh IOM), kurang lebih ada 2.000 di sekitar Jakarta dan Tangerang. Sisanya tinggal sendiri, mereka sudah bisa menyokong kehidupannya sendiri," kata Micevski.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.