Sadar Sampah Plastik, Muara Gembong Deklarasi Penggunaan Tumbler

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain di atas perahu di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. Sebagian warga memilih meninggalkan rumah mereka yang sudah tidak layak karena terkikis abrasi, namun sebagian memilih tetap bertahan dengan alasan perekonomian yang tidak berpihak kepada mereka. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    Sejumlah anak bermain di atas perahu di Kampung Beting, Desa Pantai Bahagia, Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, 9 Juni 2017. Sebagian warga memilih meninggalkan rumah mereka yang sudah tidak layak karena terkikis abrasi, namun sebagian memilih tetap bertahan dengan alasan perekonomian yang tidak berpihak kepada mereka. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Bekasi - Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, mendeklarasikan penggunaan tumbler atau botol minum dan wadah makan di seluruh sekolah daerah itu. Deklarasi dilakukan untuk menekan volume sampah plastik di daerah pesisir itu.

    "Muara Gembong ini kan wilayah pesisir dan paling ujung Kabupaten Bekasi. Jangan sampah plastik ini hanyut di laut," kata Camat Muara Gembong, Junaefi, di Cikarang, Sabtu 31 Agustus 2019.

    Selain didukung Pemerintah Kabupaten Bekasi, Junaefi menuturkan kalau Kecamatan Muara Gembong juga dibantu swasta berupa pemberian bantuan tumbler dan wadah makan tersebut. "Total 50 persen sekolah sudah dibagikan tumbler dan wadah makan untuk muridnya. Kemarin SDN 02 Pantai Mekar dapat 150," katanya.

    Junaefi yakin mampu menekan volume sampah plastik di wilayah Muara Gembong lewat program yang dideklarasikannya itu. Ia memberi contoh satu siswa menghasilkan lima sampah plastik dalam sehari ketika mereka jajan. Jika dikalikan jumlah siswa di satu sekolah yakni 150 maka akan ada 750 lembar sampah plastik dalam sehari di satu sekolah.

    "Kemudian dikalikan 30 hari, total 22.500 lembar sampah plastik dalam satu bulan, dan itu hanya satu sekolah," katanya.

    Selain lewat deklarasi di sekolah-sekolah, Junaefi berjanji memberi pembinaan terkait pengurangan sampah plastik kepada seluruh warga Kecamatan Muara Gembong. Dia mengaku kondisi warganya kini memiliki kesadaran yang minim. Ditambah layanan kebersihan yang juga belum memadai.

    "Jujur sampah warga kami itu tidak diangkut truk sampah, kalaupun ada hanya beberapa bulan sekali saja karena kan lokasinya jauh sekali," katanya sambil menambahkan, "Jadi sampah diolah secara tradisional, dimusnahkan dibakar, ditimbun, dan dijadikan pupuk kompos."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.