Kemenko Polhukam Sebut Pemindahan Pencari Suaka Ditunda, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencari suaka asal Sudan terpaksa tidur di jalanan depan penampungan di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis malam 22 Agustus 2019. Mereka harus dievakuasi dan dipisahkan setelah terjadi keributan dan tawuran dengan pencari suaka asal Afaganistan saat pembagian makanan pada sore harinya. TEMPO/MUH HALWI

    Pencari suaka asal Sudan terpaksa tidur di jalanan depan penampungan di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis malam 22 Agustus 2019. Mereka harus dievakuasi dan dipisahkan setelah terjadi keributan dan tawuran dengan pencari suaka asal Afaganistan saat pembagian makanan pada sore harinya. TEMPO/MUH HALWI

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menunda pengosongan penampungan pencari suaka di gedung eks Kodim Kalideres hingga Senin, 2 September 2019. 

    Penundaan ini disampaikan Ketua Satgas Penanganan Pengungsi Luar Negeri Kemenko Polhukam Chairul Anwar kepada Tempo. Alasannya, masih banyak pencari suaka yang belum dipindahkan.

    "Kemungkinan Senin akan dilanjutkan lagi notifikasi UNHCR untuk mengeluarkan para pengungsi dari Kalideres," kata Chairul, Sabtu, 31 Agustus 2019.

    Chairul menuturkan akan melakukan evaluasi terhadap apa yang sudah dilakukan oleh badan pengungsi PBB itu pada pekan depan. Hingga saat ini, jumlah pengungsi yang sudah dipindahkan dari penampungan baru 456 orang. Sisanya masih ada sekitar 700 orang.

    "Senin akan kita evaluasi kembali apa yang telah dilakukan UNHCR," ujarnya.

    Terkait bantuan, Chairul menyebut UNHCR akan tetap memberikan bantuan makanan kepada pencari suaka yang masih tersisa di penampungan. Pemerintah Indonesia sudah tidak bisa memberikan bantuan makan. "Bantuan makan akan tetap diberikan oleh UNHCR, seperti biasa ya. Kalau dari kita ya, tempat ini kita perpanjang sampai Senin," kata Chairul.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.