Mahasiswa Papua Tersangka Makar Cemaskan Nasib Kuliahnya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Papua menggelar aksi unjuk rasa di Bandung, Selasa, 27 Agustus 2019. Mereka juga menuntut lepas dari NKRI. TEMPO/Prima Mulia

    Mahasiswa Papua menggelar aksi unjuk rasa di Bandung, Selasa, 27 Agustus 2019. Mereka juga menuntut lepas dari NKRI. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya menangkap delapan orang yang disangka makar dalam demonstrasi mengibarkan bendera bintang kejora di depan Istana pada Rabu 28 Agustus 2019. Di antara delapan itu adalah Anes Tabuni dan Charles Kossay yang ditangkap di asrama mahasiswa Papua di Pondok Cina, Beji, Kota Depok, pada Jumat malam. 

    Sejalan dengan yang telah dituturkan kepolisian, Michael Himan, kuasa hukum, mengatakan, Anes Tabuni dan Charles Kossay ditangkap karena berperan sebagai koordinator lapangan dalam demonstrasi tersebut. Saat ini, Hilman menambahkan, kedua kliennya ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

    Menurut Hilman, Anes Tabuni dan Charles Kossay dalam kondisi sehat namun Charles disebutnya was-was memikirkan nasib kuliahnya. “CK masih menjalani kuliah S2 di universitas swasta di Jakarta, dia pesan saya agar memintakan izin ke rektornya terkait permasalahan ini,” kata Michael.

    Hasan Billy, pengurus RT di lingkungan di mana asrama mahasiswa Papua itu berlokasi, membenarkan status sejumlah mahasiswa Papua. Dia mengatakan kerap melihat beberapa mengenakan seragam seperti yang khas milik institusi pendidikan pemerintah. 

    “Setahu saya rata-rata mereka kuliah di sekolah pemerintahan, karena saya sering lihat pakai seragam coklat itu,” kata Billy.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya pada Minggu, 1 September 2019 menerangkan kalau Anes, Charles dan enam lainnya kini berstatus tersangka makar. Mereka, kata Argo, diidentifikasi setelah penyidik memeriksa dan mengumpulkan alat bukti seperti rekaman kamera CCTV dan sejumlah foto pengibaran bendera bintang kejora


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.