Belasan Santri di Tangerang Masuk RS Lagi, Keracunan Limbah B3?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Keracunan

    Ilustrasi Keracunan

    TEMPO.CO, Tangerang - Belasan santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah Desa Kampung Bugel, Pasar Kemis, dilarikan ke puskesmas karena diduga keracunan limbah B3 pada Senin malam. Padahal pekan lalu mereka juga sempat dirawat karena keluhan yang sama, yakni mual, pusing dan sesak nafas. 

    "Sampai pagi ini ada 14 santri yang dirawat," ujar Kepala Puskesmas Pasar Kemis, dokter Salwa saat dihubungi, Selasa pagi, 3 September 2019.

    Salwa mengatakan satu persatu belasan santri ini dibawa ke puskesmas sejak Senin malam, pukul 20.00 hingga larut malam. "Mereka datang dengan keluhan yang hampir sama, mual, pusing dan sesak nafas."

    Di puskesmas, para santri diberi tindakan darurat seperti pemberian oksigen bagi yang sesak nafas dan obat mual. "Salah satu santri rencana akan kami rujuk, tapi kondisinya membaik jadi rujukan kami batalkan," kata Salwa.

    Pagi ini kondisi para santri berangsur membaik. "Kemungkinan pagi ini sudah diperbolehkan pulang," kata Salwa.

    Menurut Salwa, dari 14 santri yang mengalami keracunan kali ini, beberapa di antaranya adalah santriwati yang juga keracunan pada Kamis pekan lalu.

    Diberitakan Tempo sebelumnya, sebanyak 14 orang santri pondok pesantren Nurul Hikmah di Desa Kampung Bugel, Desa Pangadegan Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dirawat karena diduga keracunan limbah B3 pada Rabu, 28 Agustus 2019. Mereka mengeluh mual dan pusing setelah menghirup udara di sekitar pesantren.

    Keluhan utama belasan santri itu sesak nafas, pusing mual dan muntah sehingga diduga mereka keracunan limbah B3. Saat kejadian para santri sedang kegiatan mengaji di luar kamar pesantren di Kabupaten Tangerang itu pada Rabu malam, pukul 20.30.

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.