Polisi Bebaskan Dua dari Delapan Mahasiswa Papua yang Ditahan

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mahasiswa Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Senin, 2 September 2019. Saat aksi itu, mereka membawa dan mengenakan atribut Bintang Kejora yang merupakan simbol dari Gerakan Papua Merdeka. TEMPO/Prima Mulia

    Mahasiswa Papua melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Senin, 2 September 2019. Saat aksi itu, mereka membawa dan mengenakan atribut Bintang Kejora yang merupakan simbol dari Gerakan Papua Merdeka. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Polda Metro Jaya membebaskan dua mahasiswa Papua yang sebelumnya ditangkap pada 30 dan 31 Agustus 2019 di Depok dan Jakarta karena diduga melakukan tindakan makar. Keduanya dibebaskan karena polisi tak memiliki alat bukti yang cukup bahwa mereka melakukan tindakan tersebut.

    "Dari delapan orang yang ditangkap, dua orang dipulangkan, jadi enam orang lagi yang ditahan," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono saat dihubungi, Selasa, 3 September 2019.

    Argo tak merinci lebih detail soal hasil pemeriksaan terhadap dua orang tersebut hingga akhirnya dibebaskan. Ia hanya menjelaskan keenam orang lainnya saat ini masih menjalani pemeriksaan di Markas Komando Brigade Mobil (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

    Adapun kedua orang yang telah bebas itu bernama Naliana Wasiangge dan Norince Kogoya. Sedangkan enam orang lagi yang masih ditahan antara lain Dano Tabuni, Carles Kossay, Ambrosius Mulait, Isay Wenda, Wenebita Wasiangge, dan Ketua Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP) Surya Anta Ginting.

    Pada Sabtu, 31 Agustus 2019, polisi melakukan penangkapan dua orang di asrama mahasiswa Papua di Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok. Enam lainnya polisi ciduk saat melakukan aksi di depan Polda Metro Jaya. Penangkapan itu berlatar demonstrasi mahasiswa yang mengibarkan bendera Bintang Kejora di depan Istana Negara, Jakarta Rabu pekan lalu.

    Demonstrasi itu sendiri digelar puluhan warga dan mahasiswa Papua yang menamakan diri Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme. Mereka datang sebagai reaksi atas rasisme terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya. Tiga bendera Bintang Kejora dibawa dan ditegakkan di antara kerumunan massa saat itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.