Anies Bakal Tutup Park And Ride Thamrin 10, Alasannya?

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan terparkir di Park and Ride Thamrin 10, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019. Lahan parkir ini akan dijadikan tempat penampungan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL). TEMPO/M Taufan Rengganis

    Kendaraan terparkir di Park and Ride Thamrin 10, Jakarta, Rabu, 28 Agustus 2019. Lahan parkir ini akan dijadikan tempat penampungan untuk Pedagang Kaki Lima (PKL). TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan menutup park and ride Thamrin 10 di Jakarta Pusat. Anies berencana menyulap lahan park and ride Thamrin 10 menjadi pusat kuliner dan penampungan PKL.

    "Itu justru bisa menggerakkan perekonomian. UMKM masuk. Kemudian di situ diubah menjadi tempat kuliner," kata Anies di Balai Kota DKI, Selasa, 3 September 2019.

    Penutupan lahan parkir itu bertujuan untuk mendorong pemilik kendaraan beralih ke angkutan umum. Menurut dia, areal parkir di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman - MH Thamrin amat luas. Jumlahnya melebihi 70 ribu slot parkir kendaraan.

    Pemerintah DKI bakal menata parkir di ibu kota dan menaikkan tarifnya dan mengurangi lahannya agar kendaraan yang masuk ke ibu kota semakin sedikit.

    Menurut dia, selama ini tarif parkir di Thamrin 10 sangat murah. Sebab dalam sehari pemilik kendaraan hanya membayar Rp 5 ribu untuk tarif parkirnya.

    "Ya (kalau parkir murah) siapa yang akan naik kendaraan umum. Semuanya akan pake, lebih rasional kan? Naik mobil sendiri, 5 ribu sehari," tuturnya. "Tempat itu akan kami ubah."

    Anies Baswedan menyarankan pemilik kendaraan yang biasa parkir di park and ride Thamrin 10 meninggalkan motor atau mobilnya di rumah. "Sekarang lagi disiapkan dulu. Nanti kalau sudah final pasti diumumin, tapi nggak lama lagi kok."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.