Anjing Bima Aryo Juga Pernah Serang Warga Sekitar Kediamannya

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bima Aryo dan Sparta saat menjadi tamu di sebuah acara yang dipandu Deddy Corbuzier dan Rico Ceper. Kepopuleran anjing-anjing Bima membuatnya sering diundang ke acara televisi. Instagram

    Bima Aryo dan Sparta saat menjadi tamu di sebuah acara yang dipandu Deddy Corbuzier dan Rico Ceper. Kepopuleran anjing-anjing Bima membuatnya sering diundang ke acara televisi. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Jalan Langgar RT04 RW04 Cipayung, Jakarta Timur, menyebut anjing jenis Belgian Malinois peliharaan Bima Aryo pernah beberapa kali menyerang warga dalam setahun belakangan. Peristiwa itu terjadi sebelum akhirnya anjing itu menewaskan Yayan (35), seorang pembantu rumah tangga di kediaman orang tua Bima.

    Medih, Ketua RT04 RW04 Cilangkap, Kecamatan Cipayung, menyatakan bahwa beberapa bulan lalu anjing Bima itu pernah terlepas hingga masuk ke lingkungan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) yang dihuni puluhan siswa.

    "Kejadiannya pada pertengahan 2019. Pernah lepas dan kabur ke TPA di Masjid Jami Annur," ujarnya saat ditemui, Selasa 3 September 2019.

    Masjid Jami Annur berjarak selemparan batu dari kandang anjing di kediaman Bimo Aryo di RT04 RW04 nomor 41.

    Pada lantai dua bangunan masjid terdapat aktivitas belajar mengajar ilmu agama Islam yang rutin diikuti sekitar 50-an siswa anak-anak di lingkungan setempat.

    Hal senada diungkapkan Anwar yang merupakan tetangga Bima. Dia mengatakan bahwa lepasnya anjing itu cukup meresahkan warga. Mereka pun meminta Bima untuk segera mengandangkan peliharaannya itu.

    "Saat itu ada anak-anak juga yang lagi belajar, tapi segera kita minta pemiliknya untuk diamankan," katanya.

    Anwar menyatakan Bima memiliki dua jenis anjing Malinois Belgian yang diberi nama Sparta dan Doby. Menurut dia, salah satu dari dua anjing itu bahkan sudah tiga kali menyerang warga pada 2019 ini.

    "Pernah juga seorang tukang tebang pohon di rumahnya diserang. Tapi tidak sampai meninggal. Ada juga ibu-ibu yang pernah diserang," katanya.

    Sejumlah jemaah Masjid Jami Annur juga mengeluhkan suara gonggongan anjing karena mengganggu kekhusyukan shalat.

    "Suara (anjing) suka berisik, namanya binatang tidak ngerti adat," katanya.

    Atas rangkaian keresahan itu, Medih bersama sekitar 110 warganya menandatangani surat permintaan evakuasi anjing dari rumah Bimo.

    "Kami sempat demo pada Ahad (1 September 2019) dan membuat surat permintaan resmi ke dinas terkait. Alhamdulillah pagi tadi berhasil dievakuasi," kata Medih.

    Yayan tewas setelah diserang oleh salah satu anjing Belgian Melinois milik Bima pada Jumat 30 Agustus 2019. Saat itu, dia tengah menjalankan perintah ibu Bima, Taty Damai, untuk mengeluarkan Sparta dan Doby dari kandangnya.

    Tak jelas apa penyebabnya, anjing tersebut malah menyerang Yayan hingga mengalami luka robek yang menganga di bagian leher, luka di antara ketiak dengan payudara, punggung, dan seluruh perut penuh cakaran.

    Dia sempat dilarikan ke Rumah Sakit Adhyaksa, Jakarta Timur. Dari sana, Yayan dirujuk ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati. Namun, belum sampai di Kramatjati, dia dinyatakan sudah meninggal dunia.

    Kasus ini sendiri masih ditangani oleh Kepolisian Sektor Cipayung, Jakarta Timur. Kapolsek Cipayung, Komisaris Rasyid menyatakan tetap akan memproses secara pidana kasus ini meskipun pihak keluarga Yayan tak membuat laporan. Pasalnya, dalam kasus ini sudah ada korban yang tewas. Rasyid menyatakan bahwa pemilik anjing, Bima Aryo, bisa dikenakan pidana karena perbuatan hewan peliharaannya tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.