Kasus Anjing, Begini Warga Memprotes Bima Aryo

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Coretan yang dibuat warga sekitar di rumah Bima Aryo dalam rangka memprotes keberadaan anjing-anjing peliharaannya di Jalan Langgar, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu, 4 September 2019, Tempo/Adam Prireza

    Coretan yang dibuat warga sekitar di rumah Bima Aryo dalam rangka memprotes keberadaan anjing-anjing peliharaannya di Jalan Langgar, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu, 4 September 2019, Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta -Rumah presenter Bima Aryo di Jalan Langgar, Cilangkap, Jakarta Timur, didemo warga setempat pada Ahad, 1 September 2019.

    Mereka memprotes keberadaan anjing berjenis Belgian Malinois milik Bima Aryo yang dianggap meresahkan warga.

    Hal itu disampaikan oleh salah seorang warga bernama Taufik, 36 tahun, saat ditemui di rumahnya. Taufiq mengatakan puluhan warga pada Ahad itu berkumpul dan memasang beberapa spanduk di depan rumah Bima.

    “Isinya tulisan memprotes keberadaan anjing-anjing itu,” kata Taufik saat ditemui di rumahnya, Jalan Linggar, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Rabu, 4 September 2019.

    Menurut pantauan Tempo, pagar rumah Bimo telah bersih dari spanduk-spanduk yang dipasang warga Ahad lalu. Yang tersisa hanya coretan cat semprot bertuliskan “ANJING KEMBALI MATI..!!” berwarna hitam dan merah. “Itu mungkin belum dicat lagi. Tapi kalau spanduk sudah diturunkan kayaknya,” ujar Taufik.

    Bima Aryo merupakan presenter acara petualangan di sebuah stasiun televisi. Dua di antara anjing peliharaannya berjenis Belgian Malinois yang dikenal bersifat agresif kepada manusia bila tidak terlatih. Instagram

    Taufik menjelaskan, keresahan warga muncul lantaran anjing milik Bimo telah beberapa kali mengakibatkan korban luka. Salah satunya, kata Taufik, adalah saat seorang bocah digigit lantaran mengambil bola sepak yang masuk ke dalam rumah Bima. Iya lantaran digigit salah satu anjing berjenis Belgian Malionis di bagian paha.

    Dua pekan lalu, kata Taufik, salah satu anjing jenis yang sama lepas dan sempat berlarian di sekitar rumah Bima. Warga, lanjut dia, khawatir lantaran tepat di depan rumah Bima terdapat Masjid Jami An-Nur yang kerap dipakai sebagai tempat Taman Pendidikan Al-Qur’an. “Banyak anak kecil di sini. Takut kalau terjadi apa-apa mereka jadi korban,” kata Taufik.

    Taufik mengatakan kalau warga kembali berkumpul kemarin, Selasa, 3 September 2019, saat Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta Timur mengambil dua anjing Bima jenis Belgian Malinois untuk diobservasi dan satu anjing jenis pudel. Warga, kata dia, memang menginginkan anjing tersebut dipindahkan.

    Puncak keresahan warga adalah saat pembantu rumah tangga Bima, Yayan, 30 tahun, tewas setelah diterjang satu dari dua anjing Belgian Malinois milik presenter televisi itu pada Jumat, 30 Agustus 2019. Perempuan yang baru dua pekan bekerja di rumah Bima itu mengalami luka robek yang menganga di bagian leher, luka di antara ketiak dengan payudara, punggung, dan seluruh perut penuh cakaran.

    Dia sempat dilarikan ke  Rumah Sakit Adhyaksa, Jakarta Timur.  Dari sana, Yayan dirujuk ke Rumah Sakit Polri, Kramatjati. Namun, belum sampai di Kramatjati, dia dinyatakan sudah meninggal dunia.

    Kasus tersebut masih ditangani oleh Kepolisian Sektor Cipayung, Jakarta Timur. Kapolsek Cipayung, Komisaris Rasyid menyatakan tetap akan memproses secara pidana kasus ini meskipun pihak keluarga Yayan tak membuat laporan.

    Pasalnya, dalam kasus ini sudah ada korban yang tewas. Rasyid menyatakan bahwa pemilik anjingbisa dikenakan pidana karena perbuatan hewan peliharaannya tersebut.

    Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Suku Dinas KPKP Jakarta Timur Irma Budiany mengatakan pihaknya telah membawa dua anjing jenis Belgian Malinois milik Bima Aryo. Selama 14 hari, mereka akan mengobservasi anjing bernama Sparta dan Doby itu untuk melihat apakah keduanya terjangkit Rabies. “Kami belum tahu yang menggigit itu yang mana. Jadi biar aman, keduanya kami observasi,” tutur Irma kepada Tempo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Terobosan Nadiem di Pendidikan, Termasuk Menghapus Ujian Nasional

    Nadiem Makarim mengumumkan empat agenda utama yang dia sebut "Merdeka Belajar". Langkah pertama Nadiem adalah rencana menghapus ujian nasional.