Incar Komisi Ekonomi DPRD DKI, Anak Lulung: Sesuai Passion

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak kedua Abraham Lunggana alias Lulung, Guruh Tirta Lunggana, saat ditemui di ruang Fraksi PAN DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 4 September 2019. TEMPO/Lani Diana

    Anak kedua Abraham Lunggana alias Lulung, Guruh Tirta Lunggana, saat ditemui di ruang Fraksi PAN DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu, 4 September 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Guruh Tirta Lunggana, putra Abraham Lunggana atau yang lebih dikenal sebagai Haji Lulung, menyatakan mengincar kursi anggota Komisi B atau bidang Perekonomian di DPRD DKI Jakarta. Guruh termasuk di antara 106 anggota DPRD DKI periode 2019-2024 yang baru saja dilantik menduduki kursi parlemen Jakarta pada pekan lalu.

    Kepada Tempo, pemuda berusia 34 tahun itu menyatakan merasa mampu bekerja maksimal di komisi ekonomi. Dasarnya, dia mengaku telah bertahun-tahun mengurus bisnis ayahnya di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Seperti diketahui Lulung 'menguasai' Pasar Tanah Abang lewat sejumlah bendera perusahaan pengelola parkir dan keamanan. 

    Menurut Guruh, kompetensinya ada di Komisi B. "Pas kan sama saya, sesuai dengan passion saya," kata Guruh saat ditemui di kantornya, Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu 4 September 2019.

    Guruh terpilih sebagai anggota DPRD DKI dari Daerah Pemilihan 10 Jakarta Barat. Dia bergabung dengan PAN, sama seperti Lulung. Saat ini, Guruh dipercaya masuk dalam tim hubungan masyarakat (humas) Fraksi PAN di DPRD DKI.

    "Kami  sedang mengumpulkan isu permasalahan warga yang ditampung sembilan anggota PAN di DPRD. Setelah itu, fraksi bakal merapatkan isu tersebut lalu membagi tugas ke masing-masing anggota," katanya mengurai tugas dan perannya di fraksi.

    Juru foto mengambil gambar saat Ahok (kiri) berbincang dengan Lulung di acara Lebaran Betawi di Monas, Jakarta, 14 September 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Sebelumnya, Guruh bertutur kalau tertarik terjun ke dunia politik sejak ayahnya berpolemik dengan mantan Wagub dan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Sejak itu dia mengaku mulai membaca berita politik.

    Konflik Ahok dan Lulung, saat itu Wakil Ketua DPRD DKI dari Fraksi PPP, di antaranya terkait penyusunan anggaran. Ahok menuding dan melaporkan adanya anggaran siluman oleh Dewan. Selain itu juga soal penataan pedagang Pasar Tanah Abang.

    "Tadinya kan saya tidak mau baca. Terus babeh berantem tuh. Ya sudah saya mulai lihat-lihat tentang politik jadi mulai tertarik," ujar anak kedua Lulung itu sambil menambahkan, "Sebenarnya tidak ada niat."

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.