Anjing Gigit PRT Hingga Tewas, Ibu Bima Aryo Diperiksa Hari Ini

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presenter Bima Aryo berfoto dengan anjingnya Sparta, dalam unggahan bertanggal 25 Agustus 2019. Anjing Belgian Malinois peliharaan Bima diduga menyerang seorang pekerja rumah tangga hingga tewas. Instagram

    Presenter Bima Aryo berfoto dengan anjingnya Sparta, dalam unggahan bertanggal 25 Agustus 2019. Anjing Belgian Malinois peliharaan Bima diduga menyerang seorang pekerja rumah tangga hingga tewas. Instagram

    TEMPO.CO, Jakarta - Polsek Cipayung, Jakarta Timur akan memeriksa ibu presenter Bima Aryo, Taty Damai, dalam peristiwa tewasnya Yayan, pembantu rumah tangga (ART) di kediaman mereka, akibat diterkam anjing Belgian Malinois bernama Sparta. Pemeriksaan Taty, menurut Kapolsek Cipayung Komirasis Abdul Rasyid, untuk mencari tahu apakah ada unsur pidana dalam perkara tersebut.

    "Karena rencana besok (Kamis 5 September 2019), pemilik anjing mau datang (ke kantor polisi). Kalau ada unsur pidana, khan bisa terbaca dalam hasil penyelidikan besok," kata Rasyid di Jakarta, Rabu kemarin 4 September 2019.

    Hingga saat ini, kata dia, polisi sudah mengambil keterangan lima orang terkait kejadian itu, yakni ayah dari pemilik anjing, saudara pemilik anjing, pembantu perempuan pemilik anjing, anak korban, dan suami korban.

    Meski pihak keluarga pemilik anjing ras Belgian Melanois yang diberi nama Sparta itu telah menyerahkan uang kerohiman Rp60 juta kepada keluarga korban, namun proses penyelidikan polisi tetap berjalan.

    Sparta sangat kondang di media sosial karena kesergapannya dalam melaksanakan perintah-perintah dari pemiliknya. Anjing kelas pekerja-penjaga ini harus senantiasa diasah keterampilannya dan dijaga kondisi fisiknya, salah satunya dengan cara diajak berjalan-jalan.

    Tragedi mematikan itu terjadi pada Jumat 30 Agustus 2019 di kediaman orang tua Bima Aryo Jalan Langgar No. 41, Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Saat itu, Taty menyuruh Yayan mengeluarkan Sparta dan satu anjing lainnya bernama Anubis dari kandangnya.

    Tanpa penyebab yang jelas, Sparta justru menyerang Yayan hingga perempuan berusia 35 tahun itu mengalami gigitan di leher, ketiak dan luka cakar di sekujur perutnya. Yayan sempat dilarikan ke rumah sakit namun tewas dalam perjalanan.

    Rasyid mengatakan bahwa pihaknya tetap melakukan penyelidikan karena korban meninggal dunia. Perdamaian antara keluarga Bima Aryo dengan keluarga Yayan, menurut Rasyid, tak serta merta membuat penyelidikan itu berhenti.

    "Kalau urusan polisi, kami tetap lakukan penyelidikan. Kenapa? Itu ada korban meninggal dunia. Kami tetap lakukan proses hukum," ujar Rasyid.

    "Kalau masalah damai, kami tidak terlibat di dalamnya. Kerena itu urusan mereka. Maka kami bilang, silakan saja itu urusan mereka."

    Pihak Bima Aryo sendiri belum memberikan pernyataan terkait masalah ini. Kemarin, Tempo menyambangi kediamannya di Cilangkap, namun rumah tersebut terlihat kosong dan tak ada sautan ketika Tempo mencoba mengkonfirmasi masalah ini.

    Sementara kedua anjing Belgian Malinois yang dimiliki Bima saat ini masih berada dalam pengawasan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta Utara.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.