Pengemudi Ferrari Tanpa Pelat Terjaring Operasi Patuh Jaya 2019

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Ferarri California T di Sentul City, Bogor Jawa Barat, 27 April 2016. California T merupakan keluaran teranyar di keluarga mobil sport, Ferrari. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Mobil Ferarri California T di Sentul City, Bogor Jawa Barat, 27 April 2016. California T merupakan keluaran teranyar di keluarga mobil sport, Ferrari. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang pengemudi mobil mewah Ferrari terjaring dalam operasi Patuh Jaya pada Rabu 4 September 2019. Pasalnya si pengemudi tak memasang nomor kendaraan bermotor di bagian depan mobilnya.

    Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar M Nasir menyatakan bahwa polisi menindak pengemudi Ferrari berwarna putih itu di Jalan Fachrudin, Kampung Bali, Jakarta Pusat. Pengemudi nya diketahui seorang pria berinisial MAGYH, warga Gondangdia, Jakarta Pusat.

    "Tidak menggunakan TNKB sesuai yang dikeluarkan oleh Polri, hanya terpasang di belakang, sementara di depan kendaraan tidak dipasang," Kepala Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar M Nasir saat dikonfirmasi, Kamis, 5 September 2019.

    Nasir mengatakan mobil itu sebenarnya memiliki nomor polisi B 2984 STN. Hal itu diketahui karena di bagian belakang mobil terpampang nomor tersebut. Si pengendara, menurut dia, akhirnya dijerat dengan Pasal 280 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

    "Sanksi dua bulan atau denda Rp 500 ribu," kata dia.

    Berdasarkan penelusuran Tempo di laman samsat online dki jakarta, kendaraan Ferarri California keluaran 2011 tersebut tercatat atas nama PT Core Equity Investment. Meskipun pengendara mendapatkan tilang, polisi tak mengamankan kendaraan yang diproduksi pabrikan asal Italia tersebut.

    Operasi Patuh Jaya sendiri digelar sejak 3 September lalu. Hingga kemarin, Polda Metro Jaya telah menindak 8.585 pengemudi yang tak mematuhi aturan lalu lintas.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.