Diusir, Pencari Suaka Nego Minta Shelter ke UNHCR

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencari suaka beraktivitas di tempat penampungan sementara di gedung Eks Kodim, Kalideres, Jakarta, Selasa, 3 September 2019. Anies Baswedan menyatakan masih menunggu langkah pemerintah pusat mengeluarkan ratusan pencari suaka yang masih bertahan di eks Kodim Kalideres. ANTARA/Galih Pradipta

    Pencari suaka beraktivitas di tempat penampungan sementara di gedung Eks Kodim, Kalideres, Jakarta, Selasa, 3 September 2019. Anies Baswedan menyatakan masih menunggu langkah pemerintah pusat mengeluarkan ratusan pencari suaka yang masih bertahan di eks Kodim Kalideres. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Para pencari suaka Kalideres menagih shelter baru kepada UNHCR jika diusir dari tempat penampungan di gedung eks Kodim Kalideres hari ini.

    "Mau pindah ke mana, UNCHR belum memberikan tempat lain," ujar seorang pengungsi, Muhammad Hanif, di Kalideres Jakarta Barat, Kamis 5 September 2019.

    Sebagai pengungsi yang terdaftar di UNHCR, Hanif mengatakan dia berhak mendapatkan tempat tinggal atau shelter. Namun hingga saat ini kata dia, UNHCR hanya memberikan janji semata.

    Hanif menyebutkan akan kembali ke depan kantor UNHCR di Jalan Kebon Sirih hingga badan pengungsi PBB itu memberikan shelter yang lain. "Kalau hari ini harus dikeluarkan kami akan kembali ke kantor UNHCR di Kebon Sirih," ujarnya.

    Sekitar 500 pencari suaka yang masih bertahan di penampungan eks kodim di Kalideres, Jakarta Barat akan dikeluarkan secara paksa pada hari ini. Semula para pengungsi akan diusir pada Kamis pagi pukul 10.00, namun pihak UNHCR dan Satgas Pengungsi Kemenko Polhukam masih bernegosiasi dengan mereka.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.