Proyek Stadion BMW Rp 4,5 T, Jakpro Menangkan yang Lebih Mahal

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Desain Jakarta International Stadium atau Stadion BMW. Istimewa

    Desain Jakarta International Stadium atau Stadion BMW. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Konstruksi Jakarta International Stadium (JIS) PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Iwan Takwin membenarkan sudah didapatkannya pemenang lelang proyek pembangunan stadion bertaraf internasional senilai Rp 4,5 triliun tersebut. Pemenang lelang proyek yang lebih dikenal sebagai Stadion BMW, karena berada di atas lahan Taman BMW, itu ditetapkan adalah Kerjasama Operasional (KSO) Wijaya Karya (Wika) Gedung, Jaya Konstruksi, dan PP.

    Mereka dinyatakan unggul dalam persentasi kualitas dan inovasi dibandingkan pesaingnya, konsorsium yang dipimpin PT Adhi Karya. "Porsi penilaian tender lelang karena kami mau kualitas, maka 70 persen penilaian teknis dan 30 persen harga. Itu sudah berjalan dan akhirnya diputuskan pemenangnya (KSO Wijaya Karya)," ujar Iwan saat dihubungi Tempo, Kamis 5 September 2019. 

    Berdasarkan dokumen yang dimiliki Tempo penawaran harga dari KSO Wika Gedung memiliki selisih sekitar Rp 300 miliar lebih mahal yakni Rp 4,085 triliun. Sedang KSO Adhi Karya Rp 3,782 triliun. Dokumen bertitel Pengumuman Peringkat untuk pekerjaan rancang bangun diteken Senior Manager Divisi Pengadaan PT Jakpro Asep Kandar pada 8 Agustus 2019.

    Diminta konfirmasinya, Iwan mengaku tak hafal detil data selisih harga penawaran itu. Namun dia mengungkapkan kalau KSO Adhi Karya tak memenuhi beberapa standar penilaian teknis. "Detail (perbedaan) harganya saya tidak tahu, tapi memang ada selisih dan selisih harga itu tak mencukupi untuk mengangkat persentase penilaian Adhi Karya," ujar Iwan. 

    Tahap persiapan proyek stadion BMW, tampak beberapa pancang yang sudah terpasang di beberapa titik. Papanggo, Jakarta Utara. TEMPO/Muh Halwi

    Iwan lebih lanjut menerangkan kalau tak terpilihnya kontraktor yang memiliki harga lebih murah dibanding kompetitornya dalam sebuah lelang proyek adalah hal yang wajar. Sebab, menurut dia banyak indikator penilaian yang dipertimbangkan dalam proses lelang. 

    "Di konstruksi ini beda dari membeli barang yang sudah jadi. Kualitas materialnya oke lah sama, tapi soal presisi waktu pengerjaan bagaimana? Akselerasi mereka bagaimana?" ujar Iwan. 

    Menurut Iwan, selain dari segi kualitas, penawaran inovasi dan pengalaman KSO Wijaya Karya dalam membangun fasilitas olahraga bertaraf internasional lebih unggul dibanding KSO Adhi Karya. Beberapa proyek KSO Wijaya Karya yang mendapat sertifikasi internasional seperti Velodrom di Rawamangun dan Equestrian di Pulomas. 

    Iwan juga memastikan proses lelang Stadion BMW, bakal home base klub Persija Jakarta itu, berjalan bersih dan tanpa nepotisme. Sebab, tim penyeleksi lelang adalah tim independen dan proyeknya diawasi langsung oleh kejaksaan. "Karena JIS ini proyek strategis daerah, seluruh proses tender dimonitor oleh TP4 Kejati dan ada proses monitoring reguler," kata Iwan.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.