Cerita Penumpang KRL Saat Buat Pin Khusus Ibu Hamil

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dian Armalia, penumpang KRL yang  baru mendapatkan Pin Khusus Ibu Hamil di Stasiun Sudirman, Jumat, 6 September 2019. TEMPO/Marvela

    Dian Armalia, penumpang KRL yang baru mendapatkan Pin Khusus Ibu Hamil di Stasiun Sudirman, Jumat, 6 September 2019. TEMPO/Marvela

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI meluncurkan program Pin Khusus Ibu Hamil bertepatan dengan perayaan hari Pelanggan Nasional pada 4 September lalu. Pin itu akan menjadi penanda bagi para penumpang KRL yang tengah hamil agar diprioritaskan untuk mendapat tempat duduk.

    Dian Armalia, 35 tahun, adalah salah satu yang baru saja mendapatkan pin tersebut. Perempuan yang tengah hamil 26 minggu ini sering kesulitan mendapatkan tempat duduk di KRL.

    "Aku tadi naik dari Pasar Minggu Baru, baru dikasih tempat duduk itu di Cawang, padahal udah kelihatan sebesar ini," kata Dian di Stasiun Sudirman pada Jumat, 6 September 2019.

    Setiap hari, Dian menggunakan KRL untuk bekerja. Saat pulang kerja dari Stasiun Pasar Minggu Baru ke Stasiun Cibinong, Dian baru akan mendapatkan tempat duduk setelah melewati 8 stasiun dari 12 stasiun yang harus dilewatinya.

    "Aku biasanya baru dapat duduk itu kalau udah masuk Depok, lumayan jauh, setelah duduk, aduh perutnya kenceng banget," kata Dian. "Entah pas lihat aku pura-pura tidur atau tidur beneran atau tidak melihat aku tidak tahu".

    Dian bercerita pengalamannya naik KRL saat awal kehamilan. Ia pernah diminta untuk memberikan tempat duduknya padahal dirinya tengah hamil muda. Setelah dia berkata bahwa sedang hamil, Dian malah mendapatkan komentar yang meragukan perkataannya. "Pas trimester pertama sering banget karena belum kelihatan, aku bilang lagi hamil tapi tetap aja ngomong masa dia hamil sih," kata dia.

    Karena itu, dengan adanya pin ini, Dian berharap para penumpang KRL lebih peka, khususnya terhadap ibu hamil.

    Adapun untuk mendapat pin khusus ibu hamil itu, penumpang hanya perlu membawa KTP dan surat dari dokter yang menyatakan tengah hamil. Pin ini dapat diambil di Stasiun Bekasi, Bogor, Juanda, Duri, Sudirman, dan Tanah Abang. Selain itu, pin bisa diambil melalui komunitas KRL jalur Bekasi, Depok-Bogor, Nambo, Serpong dan Duri-Tangerang.

    Salah satu anggota komunitas jalur Nambo, Dini, menilai sosialisasi Pin Khusus Ibu Hamil belum maksimal karena masih banyak yang belum tahu. "Mungkin sosialisasinya kurang, masih banyak orang yang belum sadar. Pin itu bukan pin abal-abal, ini kan pin khusus dari KCI dan syaratnya juga ada," kata dia.

    Menurut Dini, dengan ada atau tidaknya pin tersebut, belum tentu menjamin ibu hamil akan diberikan tempat duduk di KRL. "Tergantung individunya masing-masing. Mau pakai pin kalau misalnya individunya tidak sadar ada ibu yang sedang hamil, tidak mungkin dikasih juga," ujarnya.

    Pin khusus ibu hamil akan berlaku hingga waktu kelahiran. KCI akan menghubungi untuk mengembalikan pin tersebut. Dengan peluncuran pin ini, KCI berharap pin dapat membantu mengidentifikasi seluruh ibu hamil, terutama untuk usia kehamilan pada trimester pertama yang secara fisik belum terlihat sehingga mendapatkan kursi di dalam kereta saat melakukan perjalanan dengan KRL.

    MARVELA | NC


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.