Polisi Dalami Dugaan Keterkaitan Tawuran Manggarai dengan Narkoba

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman tawuran warga di rel Stasiun Manggarai. Twitter.com/@Suparjohy

    Rekaman tawuran warga di rel Stasiun Manggarai. Twitter.com/@Suparjohy

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Bastoni Purnama mengatakan polisi akan mendalami soal hubungan antara peredaran narkoba dengan para pelaku tawuran Manggarai.

    "Bisa jadi masyarakat Manggarai tersebut tidak bisa dikendalikan atau menjadi brutal mungkin salah dampak dari penggunaan narkoba. Korelasi tersebut antara peredaran dengan tawuran masih kita dalami," kata Bastoni Purnama di Jakarta, Jumat, 6 September 2019.

    Tawuran di kawasan Manggarai sebelumnya kembali pecah pada Rabu, 4 September lalu. Kejadian tersebut menbuat jalan di sekitar lokasi dan perjalanan KRL terganggu.

    Polres Metro Jakarta Selatan bersama dengan Kodim TNI Jakarta Selatan pun kemudian melakukan penyisiran untuk mencari warga yang terlibat dalam tawuran di permukiman warga Magazen, Tebet, Manggarai, Jakarta Selatan hari ini. Penyisiran ini juga dilakukan terhadap peredaran narkoba.

    Pada penyisiran yang dilakukan selama satu jam itu, empat warga yang berasal dari RW 06 dan RW 10 ditangkap karena diketahui positif menggunakan narkoba jenis amfetamin dan psikotropika. Sebelumnya, polisi telah menangkap sembilan warga Tebet pada Kamis lalu. Lima orang diantaranya merupakan pelaku tawuran Manggarai dan 4 orang lainnya terbukti positif menggunakan narkoba.

    Menurut Bastoni, dari 13 orang yang ditangkap terkait tawuran Manggarai, terdapat 5 orang yang masih berstatus di bawah umur. Kelima orang itu ditangkap dengan barang bukti berupa kepemilikan senjata tajam.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Harley Davidson dan Brompton dalam Daftar 5 Noda Garuda Indonesia

    Garuda Indonesia tercoreng berbagai noda, dari masalah tata kelola hingga pelanggaran hukum. Erick Thohir diharapkan akan membenahi kekacauan ini.