Pemkot Jakarta Pusat Akui Kewalahan Atasi Tawuran di Manggarai

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rekaman tawuran warga di rel Stasiun Manggarai. Twitter.com/@Suparjohy

    Rekaman tawuran warga di rel Stasiun Manggarai. Twitter.com/@Suparjohy

    TEMPO.CO, Jakarta -  Pemerintah Kota Jakarta Pusat mengaku telah mencoba berbagai cara untuk mencegah tawuran di Manggarai kembali terjadi. Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi mengungkapkan tawuran di kawasan itu tampaknya sudah mendarah daging dan sudah berlangsung sejak lama.

    "Itu dendam lama. Sudah antar generasi. Ini generasi yang kedua. Jadi, generasi pertama itu bapak-bapaknya," kata Irwandi saat ditemui di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat 6 September 2019.

    Irwandi mengaku pemerintah kota Jakarta Pusat telah melakukan pencegahan baik dari pengetatan keamanan hingga penyuluhan moral agar tawuran serupa tidak kembali terulang.

    "Sudah kami coba semua, bikin pos, bikin pengamanan lewat CCTV, bikin kegiatan, sudah semuanya tapi memang ini kayaknya sudah mendarah daging," kata Irwandi.

    Ia berharap kejadian serupa tidak terulang serta menghimbau agar RT dan RW yang warganya terindikasi sering terlibat aksi tawuran mengetatkan pengamanan di wilayahnya.

    "Diharapkan adanya kegiatan- kegiatan di wilayah tersebut, terus mungkin dari para alim ulama juga dapat membantu," kata Irwandi.

    Tawuran di Manggarai sempat menghebohkan pada Rabu kemarin. Penyebabnya, bentrokan antara dua kelompok masa itu membuat perjalanan kereta commuter line terganggu selama kurang lebih dua jam. Alhasil penumpukan penumpang terjadi di beberapa titik stasiun.

    Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya tawuran yang didominasi oleh remaja dan pelajar itu. Aparat keamanan pun telah menangkap 13 orang yang terlibat dalam tawuran tersebut. Polisi menyebutkan bahwa penyebab tawuran ini adalah saling ejek dan perebutan lahan parkir serta lahan pengatur lalu lintas liar atau pak ogah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.