Alasan Bima Arya Sebut Angkot Bogor Akan Hilang pada 2022

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bogor, Bima Arya mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Bogor, 6 Januari 2016. Politisi PAN tersebut mengatakan, banyak persoalan yang menjadi catatan terkait kemacetan di Bogor, antara lain parkir liar di trotoar, angkot yang kerap ngetem menghambat laju kendaraan, PKL, parkir ojek yang menggunakan badan jalan, serta aktivitas warga yang menyebrang sembarangan. Lazyra Amadea Hidayat

    Walikota Bogor, Bima Arya mengatur arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Bogor, 6 Januari 2016. Politisi PAN tersebut mengatakan, banyak persoalan yang menjadi catatan terkait kemacetan di Bogor, antara lain parkir liar di trotoar, angkot yang kerap ngetem menghambat laju kendaraan, PKL, parkir ojek yang menggunakan badan jalan, serta aktivitas warga yang menyebrang sembarangan. Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CO, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyebut Kota Bogor akan steril dari angkutan kota atau angkot pada 2022. Hal tersebut, kata dia, seiring dengan berkurangnya jumlah angkot Bogor karena izinnya tidak diperpanjang.

    "Akhir tahun ini ada 800 unit angkot yang tidak diperpanjang izinnya karena tidak laik jalan," kata Bima Arya di Balai Kota Bogor pada Kamis, 5 September 2019.

    Berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Kota Bogor, jumlah angkot di Kota Bogor hingga akhir tahun lalu sebanyak 2.400 unit. Maka, dengan adanya pengurangan 800 unit angkot, ada sisa 1.600 unit angkot yang beroperasi pada 2020.

    Atas perhitungan itu, Bima memperkirakan pada 2022, angkot sudah hilang secara alamiah karena semakin lama akan berkurang. "Tapi kami kan harus pikirkan kemana mereka (sopir) setelah itu, makanya ada konversi," kata dia.

    Bima menyebutkan bahwa program konversi tiga angkot menjadi satu bus tengah diramu Pemerintah Kota Bogor. Opsi terbaru, ia akan mempersilahkan badan hukum angkot yang mengonversi kendaraannya ke bus untuk berinvestasi pada moda transportasi yang juga akan dibangun Pemkot Bogor, yaitu trem.

    "Ini yang sekarang kita lobi. Untuk masuk, untuk berinvestasi dengan badan hukum ini berbagi saham disini. Modelnya seperti itu," kata Bima.

    Hingga wacana pembuatan moda transportasi berbasis rel itu digulirkan, Bima Arya mengatakan belum mengetahui pihak mana yang akan menjadi operatornya. Saat ini, Pemkot Bogor sedang menjalin komunikasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) untuk melakukan kajian operasional trem itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Salip Menyalip Tim Sepak Bola Putra Indonesia Versus Vietnam

    Timnas U-23 Indonesia versus Vietnam berlangsung di laga final SEA Games 2019. Terakhir sepak bola putra meraih emas di SEA Games 1991 di Filipina.